Advertisement
20.000 Pasukan Indonesia Siap Dikirim ke Gaza Palestina
Seorang anak laki-laki Palestina sambil menggendong balita berdiri di lokasi serangan Israel saat konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina Hamas di Rafah, di selatan Jalur Gaza, Senin (4/12/2023). Militer Israel melalui udara, darat dan laut kembali menggempur Jalur Gaza setelah gencatan senjata sementara berakhir. ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem - Spt.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Sebanyak 20.000 pasukan kemanusiaan dari Indonesia siap dikirim ke Jalur Gaza, palestina. Pengiriman tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan dan koordinasi lintas kementerian serta lembaga terkait.
“Sedang dipersiapkan,” ujar Prasetyo saat dikonfirmasi mengenai kesiapan pengiriman pasukan tersebut.
Advertisement
Dia menjelaskan, sebagian personel sudah mulai menjalani proses koordinasi dan penyiapan administratif, meski pelatihan terpusat belum dimulai.
Rencana pengiriman pasukan kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam misi bantuan dan perlindungan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, menyusul meningkatnya situasi darurat di Gaza.
BACA JUGA
Menurut Prasetyo, pemerintah akan memastikan seluruh persiapan dilakukan secara matang, baik dari segi logistik, pelatihan, maupun koordinasi diplomatik, sebelum keberangkatan resmi dilakukan.
“Sebagian sudah dikoordinasikan, tapi pelatihan terpusatnya belum,” tandas Prasetyo.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa mengatakan mengembangkan rencana pemulihan dan rekonstruksi tiga tahap untuk Gaza, yang diperkirakan menelan biaya $67 miliar dan berlangsung selama lima tahun.
Rencana pembangunan itu bekerja sama dengan para ahli Arab dan internasional.
Mustafa mengatakan inisiatif tersebut bertujuan untuk membangun kembali Jalur Gaza yang dilanda perang setelah hampir dua tahun serangan Israel yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan kerusakan besar di seluruh wilayah tersebut.
Para diplomat dan perwakilan lembaga internasional menghadiri acara tersebut.
Mustafa menguraikan bahwa tahap pertama, yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan kemanusiaan dan infrastruktur yang mendesak, akan berlangsung selama enam bulan dengan biaya US$3,5 miliar.
Tahap kedua, yang berlangsung selama tiga tahun, akan membutuhkan dana sebesar $30 miliar, sementara tahap terakhir akan berfokus pada penyelesaian rekonstruksi dan pemulihan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Seorang Anak Meninggal Dunia Tertabrak Kereta Api di Gamping Sleman
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Jadi Tersangka KPK, Ini Kasusnya
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
- Polda DIY Matangkan Pengamanan Lebaran Lewat Latpraops Ketupat Progo
- Zakat Fitrah 2026 di DIY Rp45.000, Baznas Jamin Tak Terkait MBG
- Dilarang Pakai Pangkalan, Trump Ancam Putus Hubungan dengan Spanyol
- Disambut Tari Kecak, Pebalap Honda MotoGP Kopdar Bareng Bikers Bali
- Tebing 25 Meter Masih Labil, Warga Sriharjo Bantul Diminta Mengungsi
Advertisement
Advertisement







