Advertisement
Begini Detik-Detik Rumah di Gisikdrono Semarang Ambruk
Tanah Longsor / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG—Sebuah rumah di Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, ambruk pada Selasa (16/9/2025) sore. Peristiwa itu menghebohkan warga setelah video ambruknya rumah beredar luas di media sosial.
BACA JUGA: Sri Sultan HBX Minta Semua Peka
Advertisement
Dalam unggahan akun instagram @ojeksemarangantarkota, terlihat pondasi rumah sudah retak sebelum akhirnya bangunan bagian belakang runtuh. Beberapa warga yang menyaksikan langsung peristiwa itu terdengar suara teriakan panik setelah rumah tersebut ambruk.
Pantauan di lokasi, rumah yang ambruk tersebut milik Farida, 42, seorang ibu tunggal yang tinggal bersama dua anaknya di RT011 RW 6 Kelurahan Gisikdrono. Bagian rumah yang hancur hanya dapur dan kamar mandi, sementara ruang tamu serta kamar masih berdiri kokoh.
Saat ini warga setempat sedang gotong royong membersihkan puing bangunan yang menutupi akses jalan. Tercatat, ada empat rumah yang terdampak dan terisolasi akibat puing bangunan rumah yang ambruk tersebut.
Salah satu saksi mata, Sunarni,55, melihat langsung detik-detik rumah Farida akan ambruk. Dia juga sempat memperingatkan tetangganya agar tidak melewati bagian belakang rumah tersebut sesaat sebelum insiden terjadi.
“Terdengar suara kretek-kretek, saya bilang ke tetangga saya, Pak Sakti, jangan beli mie dulu, bahaya. Tapi dia malah pegang HP sambil merekam terus, tak lama kemudian benaran ambruk,” ujar Sunarni, Rabu (17/9/2025).
Sunarni mengaku sempat syok karena saat kejadian anaknya baru saja melintasi rumah yang ambruk tersebut. Beruntung insiden rumah ambruk ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun, seorang anak dari keluarga Tono mengalami luka di bagian kaki akibat terkena pecahan kaca, setelah puing rumah ambruk menimpa kamar belakang tempat anak tersebut berada.
“Pemilik rumah (Farida) kondisinya masih syok, asam lambungnya malah kumat. Sehari-hari dia bekerja di toko grosir,” terangnya.
Menurut Sunarni, Farida sebenarnya sudah diminta untuk mengosongkan sebagian barang-barang rumah sejak Senin lalu karena kondisi pondasi yang mengkhawatirkan. Namun, barang-barang yang berada di belakang rumah belum sempat dipidanakan.
“Senin kemarin saya sudah bilang supaya barang-barangnya dikosongkan dulu. Baru sempat kulkas yang diambil, tapi mesin cuci dan peralatan dapur belum sempat dipindahkan, akhirnya ikut hancur saat rumah ambruk,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Retribusi TPI Tak Capai Target, PAD Perikanan 2025 Baru 61 Persen
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Gunungkidul Produksi Ikan 15.000 Per Ton Tahun, Konsumsi Masih Kalah
- Dorong Wisata Budaya Partisipatif, Wisatawan Diajak Terlibat
- Sleman Antisipasi Lonjakan Arus Lebaran jika GT Purwomartani Dibuka
- Cek Jadwal KRL Solo-Jogja Terbaru untuk 21 Januari 2026
- Update Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, 21 Januari 2026
- Konsumsi Warga Kulonprogo Terendah se-DIY
- Frederic Injai Berpeluang Perkuat PSS Saat Menjamu Barito Putera
Advertisement
Advertisement



