Gegara Visa Dicabut Trump, Ini Langkah Presiden Palestina di Sidang Umum PBB
Presiden AS Donald Trump mencabut visa kedatangan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk berpidato saat sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Sejumlah warga mengikuti aksi akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (5/11/2023)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Portugal akanmengakui Palestina sebagai negara berdaulat pada Minggu (21/9/2025). Hal tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri, Jumat (19/9/2025).
Dilansir dari Reuters, Sabtu (20/9/2025), Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel pekan ini telah memberi sinyal bahwa langkah tersebut sedang dipertimbangkan saat kunjungannya ke Inggris.
Deklarasi pengakuan itu dilakukan bahkan sebelum sesi konferensi tingkat tinggi dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80 dimulai pekan depan.
Menteri Luar Negeri Paulo Rangel Portugal pekan ini mengungkapkan bahwa negaranya tengah menimbang langkah untuk mengakui negara Palestina saat melakukan kunjungan ke Inggris.
BACA JUGA: 65 Ribu Warga Gaza Meninggal Akibat Serangan Israel
Sikap ini kontras dengan tetangganya, Spanyol, yang pada Mei 2024—bersama Irlandia dan Norwegia—telah resmi mengakui Palestina dan mendesak negara-negara Uni Eropa lainnya mengikuti jejak tersebut.
Portugal justru memilih jalur lebih berhati-hati dengan menegaskan perlunya menyepakati posisi bersama di antara negara anggota Uni Eropa sebelum mengambil keputusan final.
Hingga kini, hanya segelintir dari 27 anggota Uni Eropa yang memberikan pengakuan penuh terhadap Palestina, sebagian besar berasal dari negara-negara bekas komunis, ditambah Swedia dan Siprus.
Majelis Umum PBB sendiri pada November 2012 sudah memberikan pengakuan de facto dengan menaikkan status Palestina menjadi negara pengamat non-anggota.
Keputusan Portugal ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel, yang menghadapi gelombang kecaman akibat perang di Gaza. Konflik tersebut telah menyebabkan ribuan korban jiwa, kelaparan massal, serta kehancuran luas di wilayah kantong Palestina itu.
Selain Portugal, Prancis juga mengungkapkan rencana untuk mendeklarasikan kedaulatan Negara Palestina pekan depan.
Presiden Emmanuel Macron menyatakan kesiapan Prancis untuk secara resmi mendeklarasikan pengakuan terhadap kedaulatan Negara Palestina di hadapan Majelis Umum PBB pada 22 September.
"Saya telah berbicara dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas ... Saya menegaskan kembali kepada Presiden Abbas mengenai niat saya mengakui Negara Palestina pada Senin lusa di New York," kata Macron di media sosial X pada Jumat (19/9).
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut adalah bagian dalam mewujudkan rencana perdamaian yang lebih luas untuk kawasan Timur Tengah. Merespons pernyataan Macron, Abbas disebut juga menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan reformasi yang diperlukan untuk memperbarui kepemimpinan negara Palestina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Presiden AS Donald Trump mencabut visa kedatangan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk berpidato saat sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Liga 1 2025/2026 usai menang dramatis atas PSM Makassar dan unggul dari Borneo FC.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Johann Zarco mengalami cedera ACL, PCL, dan meniskus usai kecelakaan di MotoGP Catalunya 2026 dan terancam absen panjang.
Dugaan tindakan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Lurah Garongan, Panjatan, Kulonprogo masih terus didalami. Setelah bertemu Bupati Kulonprogo, Agung Setyaw