Advertisement
Demo Berlanjut: Massa Bawa Patung Tikus ke Monas
Massa dari Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) membawa replika patung tikus berdasi saat menggelar aksi pawai panjang (long march) bertajuk 'Rakyat Menggugat" di area luar Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, Kamis. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Massa dari Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) membawa replika patung tikus berdasi saat menggelar aksi pawai panjang (long march) bertajuk 'Rakyat Menggugat" di area luar Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, Kamis.
Patung tikus berwarna hitam tersebut dipakaikan jas dan dasi serta membawa koper. Patung yang berukuran tinggi kurang lebih 2 meter itu dipasang di depan barisan massa.
Advertisement
"Kami ingin pemerintah menangkap seluruh koruptor dan diadili. Asetnya dikembalikan kepada negara," kata Ketua Umum Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Unang Sunarno.
BACA JUGA: Viral Perempuan Gendong Balita Berniat Bunuh Diri di Flyover Janti
Sejumlah peserta aksi berbaris sambil mempertontonkan patung di depan, mengibarkan bendera dan mengangkat poster berisi tuntutan mereka. "Patung tikus bagi kami menyimpulkan binatang pengerat, tikus yang memakan uang rakyat," katanya.
Dalam aksi ini, Unang menyampaikan tuntutan Gebrak kepada pemerintah di antaranya penghentian tindakan represif aparat, pembebasan massa aksi yang ditahan, penurunan tarif pajak rakyat, penurunan harga sembako serta pengesahan RUU Perampasan Aset.
Ia meminta pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan buruh dan petani. "Mereka, para pejabat, menggunakan uang rakyat tidak semestinya. Banyak gajinya besarnya bisa 20, 30 kali lipat dari upah kaum buruh," katanya.
Puluhan aparat Kepolisian dan TNI berjaga mengelilingi area dan memblokade jalan menuju Istana untuk mengamankan jalannya aksi. Lalu lintas di sekitar Jalan MH Thamrin sempat tersendat, namun kendaraan masih dapat melintas secara bergantian.
Sebelumnya, Gebrak menyebut melalui cuitan akun @barengwarga pada Rabu (3/9) bahwa Gebrak akan melakukan massa aksi "long march" menuju kawasan Patung Kuda. Namun, seiring berjalannya aksi massa berjalan menuju Istana Negara.
Polisi yang mencegah massa menuju objek vital negara tersebut akhirnya mengarahkan massa ke area dekat Monas demi kelancaran unjuk rasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
Advertisement
Advertisement







