Advertisement
China Beri Syarat Baru, Kehadiran Taiwan di APEC 2026 Terancam
Perdana Menteri China Li Qiang dalam satu acara di Jakarta beberapa waktu lalu. - M Agung Rajasa\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung, menyatakan bahwa China telah "menambahkan banyak syarat" terkait kehadiran Taiwan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2026 di Shenzhen. Hal ini dikhawatirkan melanggar komitmen Beijing sebelumnya untuk menjamin "partisipasi yang setara".
Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) merupakan satu-satunya badan internasional besar yang diikuti oleh Taiwan, yang diklaim China sebagai wilayahnya. KTT APEC tahun depan akan digelar di tengah meningkatnya tekanan militer Beijing terhadap Taipei.
Advertisement
Menurut Lin Chia-lung, China sebelumnya telah menjanjikan hak partisipasi setara bagi Taiwan pada KTT APEC di Peru tahun 2024.
"Ketika China bersaing untuk menjadi tuan rumah APEC tahun depan, mereka membuat komitmen tertulis untuk mendukung partisipasi setara Taiwan, khususnya terkait keselamatan delegasi kami," ujar Lin di hadapan parlemen, dikutip dari The Straits Times.
BACA JUGA
Namun, Lin menegaskan bahwa kini Beijing telah menambahkan sejumlah syarat baru yang dianggap melanggar kesepakatan tersebut.
"Kami akan mempertahankan hak kami dan berkoordinasi dengan negara-negara sehaluan untuk menentang tindakan ini," katanya.
Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa keikutsertaan Taiwan harus mematuhi prinsip "Satu China," yang menyatakan bahwa kedua sisi Selat Taiwan merupakan bagian dari satu negara. Pandangan ini secara tegas ditolak oleh pemerintahan demokratis Taipei.
Juru bicara Kantor Urusan Taiwan di Beijing, Zhang Han, mengatakan bahwa China akan menangani partisipasi Taiwan "sesuai dengan prinsip Satu China serta ketentuan dan praktik dalam nota kesepahaman APEC."
Taiwan, yang berpartisipasi di APEC dengan nama "Chinese Taipei," secara tradisi tidak mengirim presiden dalam pertemuan puncak untuk menghindari gesekan politik. Penting dicatat, tak satu pun anggota APEC memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan.
Ketegangan terkait partisipasi Taiwan di APEC bukan kali pertama terjadi.
KTT APEC terakhir yang digelar di China pada 2014 berlangsung dalam suasana yang lebih hangat di bawah pemerintahan Presiden Ma Ying-jeou, yang menandatangani berbagai perjanjian perdagangan dan pariwisata dengan Beijing.
Namun, pada 2001, Taiwan sempat memboikot KTT APEC di China karena perselisihan mengenai siapa yang boleh dikirim sebagai perwakilan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
Advertisement
Advertisement








