Advertisement
Eks Ibu Negara Korsel, Kim Keon Hee Ditahan Karena Korupsi
Kim Keon Hee, istri Presiden Korea Selatan saat mengikuti Spouse Programme KTT G20 Bali di Sofitel, Nusa Dua pada Selasa (15 - 11 - 2022). Dok. Biro Setpres RI.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Mantan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, resmi ditahan setelah pengadilan pada Selasa (12/8/2025) malam mengeluarkan surat perintah penangkapan terkait dugaan kasus korupsi. Penahanan ini diumumkan oleh jaksa khusus yang memimpin investigasi besar-besaran tersebut.
BACA JUGA: Mirip Artis, Ini Profil Kim Keon Hee, Ibu Negara Korsel
Advertisement
Melansir Reuters pada Rabu (13/8/2025), Kim menjadi satu-satunya mantan Ibu Negara Korea Selatan yang pernah ditahan, menyusul suaminya, mantan Presiden Yoon Suk Yeol, yang kini juga mendekam di penjara. Yoon sedang menjalani persidangan usai lengser pada April lalu karena upaya gagal memberlakukan darurat militer pada Desember 2024.
Sebelum sidang, Kim yang mengenakan setelan hitam hanya membungkuk saat tiba di pengadilan dan menolak menjawab pertanyaan media. Seusai sidang, dia dipindahkan ke pusat tahanan di Seoul untuk menunggu keputusan, sesuai prosedur yang berlaku.
Jaksa khusus yang ditunjuk sejak Juni mengonfirmasi surat perintah penahanan tersebut, namun tidak memberikan rincian tambahan.
Dakwaan terhadap Kim mencakup penipuan saham, suap, dan perdagangan pengaruh ilegal yang melibatkan pengusaha, tokoh agama, dan perantara politik.
Salah satu tuduhan terkait penggunaan liontin mewah merek Van Cleef senilai lebih dari 60 juta won (US$43.000) saat menghadiri KTT NATO bersama Yoon pada 2022. Perhiasan itu tidak tercantum dalam laporan kekayaan pasangan tersebut sebagaimana diwajibkan undang-undang.
Kim juga dituduh menerima dua tas Chanel senilai total 20 juta won dan kalung berlian dari kelompok keagamaan sebagai imbalan untuk memuluskan kepentingan bisnis pihak tersebut.
Menurut laporan Kantor Berita Yonhap, jaksa menilai penahanan diperlukan untuk mencegah perusakan barang bukti dan intervensi penyelidikan. Pengadilan juga telah menerima argumen tersebut.
Juru bicara tim jaksa khusus, Oh Jeong-hee, mengatakan Kim mengklaim liontin itu tiruan yang dibelinya 20 tahun lalu di Hong Kong. Namun, jaksa menyebut perhiasan itu asli dan diberikan oleh perusahaan konstruksi domestik untuk dipakai di KTT.
Tim kuasa hukum Kim belum memberikan komentar terbaru, tetapi sebelumnya membantah seluruh tuduhan dan menyebut pemberitaan terkait hadiah yang diterima kliennya tidak berdasar.
Sementara itu, Yoon tengah diadili atas dakwaan pemberontakan yang dapat berujung hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati. Dia juga menghadapi tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, namun tetap menolak hadir di persidangan maupun menjawab pertanyaan jaksa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
Advertisement
Advertisement








