Advertisement
Ade Armando Ditunjuk Jadi Komisaris Anak Perusahaan PLN
Ade Armando / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando ditunjuk sebagai komisaris PLN Nusantara Power (PLN NP), anak usaha PT PLN (Persero). Hal ini dibenarkan langsung oleh Ade Armando sendiri.
Dia menyebut, serah terima jabatan sebagai Komisaris PLN NP kepada dirinya dilaksanakan pada Kamis (3/7/2025) kemarin.
Advertisement
"Benar [jadi komisaris PLN NP], Kamis kemarin serah terima jabatan," ujar Ade dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (4/7/2025).
Adapun kabar penunjukkan Ade menjadi Komisaris PLN NP sempat beredar di jagat sosial media. Hal ini terungkap lewat potongan dokumen hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang tersebar sejak 1 Juli 2025.
Profil Ade Armando
Ade Armando dikenal sebagai pegiat media sosial dan akademisi Indonesia yang mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI).
BACA JUGA: Ribuan Warga di Srandakan Terdampak Kekeringan, Begini Kata Bupati Bantul
Dari informasi yang beredar, Ade merupakan lulusan SMA Negeri 2 Bogor dan melanjutkan pendidikannya ke FISIP UI.
Di tengah perjalan kuliahnya, Ade pindah jurusan ke ilmu komunikasi karena masalah akademik.
Pria yang aktif menyerukan suaranya di X dulu Twitter itu dulunya dikenal aktif dalam pers mahasiswa di Warta UI. Dia pun belajar menjadi wartawan dari Rosihan Anwar dan Masmimar Mangiang.
Akhirnya Ade lulus menjadi sarjana komunikasi dan meraih gelar doktorandus pada 1988. Dirinya pun melanjutkan sekolah di Universitas Negeri Florida pada 1991. Selanjutnya, dia meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia pada 2006.
Pria kelahiran 1961 ini pun pernah menjabat sebagai redaktur di Republika. Namun karena tekanan politik, dia pun akhirnya keluar dan memutuskan untuk berhenti menjadi wartawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Ambisi Calafiori Bawa Timnas Italia Akhiri Kutukan Absen Piala Dunia
- Satoria Hotel Yogyakarta Hadirkan Paket Halalbihalal Magical Raya
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
Advertisement
Advertisement







