Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Jemaah haji kloter 1 Embarkasi Solo asal Kabupaten Purbalingga sujud syukur saat tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Jumat (13/6/2025). (Solopos - Ni'matul Faizah)
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) RI menyebut ada dua kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia yang tertunda kepulangannya karena penutupan penerbangan dengan alasan keamanan saat terjadi perang Iran – Israel. Keduanya adalah jemaah kloter 43 dan 44 Debarkasi Surabaya (SUB 43 dan 44).
Direktur Layanan Haji Dalam Negeri M Zain memastikan kedua kloter tersebut kini sudah tiba di Tanah Air. “SUB 43 dan SUB 44 yang sempat tertunda penerbangannya, sudah tiba di Tanah Air. Jemaah juga sudah berkumpul dengan keluarganya,” terang M Zain di Jakarta, Jumat (27/6/2025) dilansir dari laman resmi Kemenag.
Dijelaskan M Zain, Kloter Sub 43 dijadwalkan terbang pada 24 Juni 2025, take off pukul 03:50 WAS. Sementara kloter SUB 44 dijadwalkan terbang pada 24 juni 2025, take off pukul 19:00 WAS.
“Dua kloter ini tertunda terbang ke Surabaya dikarenakan ada penutupan di bandara Muscat sebagai imbas perang Iran-Israel,” papar M Zain.
Sebanyak 380 jemaah SUB 43 yang tertunda keberangkatannya, diinapkan di tiga hotel transit, yaitu: White Diamond, Wow Hotel, dan Carwan Hotel. Sementara 380 jemaah SUB 44 yang juga tertunda keberangkatannya, diinapkan pada empat hotel transit, yaitu: Casablanca Hotel, Ambassador Hotel, Casadiora Hotel, dan Casadiora Raudha.
BACA JUGA: Berikut Jadwal Pemulangan Jemaah Haji DIY ke Tanah Air
“Jemaah SUB 44 akhirnya diberangkatkan ke Tanah Air pada 25 Juni 2025, take off pukul 21:00 WAS. Sedangkan jemaah SUB 43, diberangkatkan kembali pada 26 juni 2025, take off pukul 01:00 WAS,” papar M Zain.
Proses pemulangan jemaah haji gelombang I dari Jeddah telah berakhir pada 26 Juni 2025. Bersamaan itu dimulai proses pemulangan jemaah dai Madinagh.
“Dari 525 kloter, sudah pulang 286 kloter atau 54,48% dengan 111.345 jemaah. Pemulangan jemaah kini terfokus dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah. Penerbangan terakhir pada 11 Juli 2025,” sebut M Zain.
“Semoga kepulangan jemaah kita terus berjalan lancar. Keluarga di tanah air juga tenang dan nyaman,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Ibu-ibu Jogja kembali menggelar aksi pukul panci dari Tugu ke UGM, menyoroti 43 ribu korban keracunan MBG dan kebijakan pemerintah.
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.
BMKG mencatat gempa susulan Flores M7,7 mencapai 13.863 kali hingga Rabu pagi, dengan magnitudo terbesar 6,2.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
PSG mewaspadai Slovan Bratislava asuhan Yaya Toure. Luis Enrique menilai laga pembuka Liga Champions 2026/2027 tak akan mudah.