Advertisement
WNI Mulai Dievakuasi dari Iran, Menteri Luar Negeri Sebut Gelombang Pertama 97 Orang
Bendera Iran.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Warga Negara Indonesia (WNI) mulai dievakuasi dari Iran. Tahap pertama sebanyak 97 orang.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut, proses evakuasi telah dimulai secara bertahap sejak Jumat (20/6/2025) pagi, dengan pengiriman empat unit bus menuju perbatasan negara tetangga.
Advertisement
“Tadi pagi saya mendapat laporan bahwa sudah ada empat bus yang bergerak ke arah perbatasan negara tetangga. Mungkin sekarang mereka sudah sampai,” ujar Sugiono di Bandara Internasional Pulkovo, St. Petersburg, Sabtu (21/6/2025) waktu setempat.
Evakuasi ini dilaksanakan oleh Kementerian Luar Negeri tanpa keterlibatan militer secara langsung, meskipun koordinasi dengan unsur pertahanan tetap dilakukan dalam skenario darurat. “Sejauh ini masih dari pihak Kementerian Luar Negeri. Belum melibatkan TNI,” jelas Sugiono.
BACA JUGA: Ini 10 Rekomendasi dari Komnas HAM Terkait dengan RUU KUHP
Menurut data Kementerian Luar Negeri, terdapat 386 WNI yang tercatat berada di Iran saat ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 97 orang telah menyatakan kesediaannya untuk dievakuasi ke luar wilayah konflik.
Dia menjabarkan bahwa kelompok WNI tersebut berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa dan pekerja. “Yang bersedia dievakuasi. Dia [evakuasi] kan [bersifat] bertahap,” kata Sugiono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
Advertisement
Pameran Pangastho Aji Keraton Jogja Ditutup Meriah dengan Tari Klasik
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Gunungkidul Kembangkan Lele Koperasi untuk Makan Bergizi Gratis
- Harda Kiswaya Beberkan Penerbitan SE di Sidang Hibah Sleman
- Banjir Karawang Meluas, Warga Bantaran Sungai Dievakuasi
- Smartphone Diproyeksi Naik Harga, Penjualan Terancam Turun
- Pajak Kendaraan Jadi Andalan PAD, DPRD DIY Soroti Layanan Samsat
- Kelola 2.000 Ton Sampah Organik, Pemkot Jogja Tambah 400 Biopori Jumbo
- Program Salut Tenan di Bantul Kian Diminati Sekolah PAUD
Advertisement
Advertisement



