Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Petasan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, PONOROGO—Aparat Kepolisian Resor Ponorogo bergerak cepat menangani insiden ledakan petasan rakitan yang melukai lima remaja bawah umur di Kelurahan Kepatihan, Kota Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (29/5/2025) dini hari.
Kelima korban yang semuanya terlibat dalam perakitan petasan kemudian dilarikan ke rumah sakit karena alami luka bakar cukup parah.
Ledakan terjadi di rumah milik warga bernama Ismi di Jalan Irawan.
BACA JUGA: Jadwal dan Prediksi Final Liga Champions
Suara ledakan cukup keras hingga mengagetkan warga sekitar.
Dari lokasi kejadian ditemukan banyak serpihan kertas bekas petasan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ponorogo AKP Rudi Hidajanto mengatakan bahwa pihaknya langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kejadian sekitar pukul 00.00 WIB. Tadi malam kami langsung pasang garis polisi, dan pagi ini kami lakukan olah TKP lanjutan," kata Rudi di lokasi kejadian.
Petasan yang dirakit oleh kelima remaja tersebut meledak. Seluruh korban yang rata-rata berusia 14 tahun kini masih menjalani perawatan medis.
"Korban semuanya masih remaja, usia sekitar 14 tahun. Mereka mengalami luka bakar akibat ledakan," ujarnya.
Pihak kepolisian, lanjut AKP Rudi, masih memeriksa sejumlah saksi dan mendalami penyebab pasti ledakan. Dugaan sementara ledakan dipicu percikan api saat perakitan.
"Kami masih menyelidiki penyebab ledakan. Apakah karena percikan api atau faktor lain?" katanya.
Sementara itu, Ketua RT Langgeng Widodo mengatakan bahwa rumah tersebut sering menjadi tempat berkumpulnya remaja.
"Biasanya mereka kumpul untuk main layangan. Saya tidak tahu kalau mereka membuat petasan. Ini baru tahu setelah kejadian," katanya.
Setelah suara ledakan terdengar, kata dia, warga langsung keluar rumah dan mendapati para korban telah dilarikan ke rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.