Advertisement
Rest Area KM 21 B Tol Jagorawi Disita Kejagung Terkait Korupsi Timah
Kapuspenkum Kejagung RI Harli Siregar saat memberikan keterangan ke awak media, di Kejagung, (28/4/2025) - Bisnis - Anshary Madya Sukma
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penyitaan salah satu tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area di KM 21 B Tol Jakarta – Bogor – Ciawi (Jagorawi).
Kapuspenkum Kejagung RI Harli Siregar mengatakan, penyitaan itu berkaitan dengan perkara megakorupsi tata niaga timah pada IUP PT Timah Tbk. (TINS).
Advertisement
"Penyidik melakukan penyitaan dengan pemasangan plang di rest area KM 21 Jagorawi dalam kaitan dengan tindak pidana korupsi TPPU dalam tata niaga timah," ujar Harli di Kejagung, Kamis (22/5/2025).
Harli menambahkan, penyitaan itu merupakan upaya penyidik pada Korps Adhyaksa dalam memulihkan kerugian keuangan negara yang disebabkan oleh korupsi timah.
Pasalnya, rest area itu merupakan milik tersangka korporasi yaitu CV Venus Inti Perkasa (VIP). Untuk diketahui, pemilik CV VIP yaitu Tamron alias Aon sudah menjadi terdakwa dalam kasus timah tersebut.
"Disita dari tersangka korporasi CV Venus Inti Perkasa," imbuh Harli.
Adapun, sitaan tempat peristirahatan pengendara itu selanjutnya bakal diserahkan kepada Badan Pemulihan Aset (BPA) untuk dilakukan pengelolaan lebih lanjut.
"Aset sitaan tersebut akan segera diserahkan kepada BPA guna dilakukan langkah pemeliharaan dan pengelolaan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku," pungkas Harli.
Aset yang disita dari rest area tersebut, di antaranya satu SPBU Pertamina, satu bangunan SPBU Shell, dua bangunan food court, satu bangunan di dekat jalan keluar rest area, satu bangunan musala, dan 1 buah bangunan ATM. Selain itu, terdapat 28 unit usaha yang turut disita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
Advertisement
Gerai KDMP di Gunungkidul Mencapai 20, Lahan Jadi Sorotan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Kim Jong Un Tegaskan Korea Utara Akan Terus Setia Bersama Rusia
- OPINI: Seni Menghadapi Pertanyaan Stigmatif saat Lebaran
- Pasta Tak Selalu Bikin Gula Darah Melonjak, Ini Penjelasan Ahli Gizi
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
Advertisement
Advertisement







