Advertisement
Banjir Jakarta, BPBD Kesulitan Kirim Bantuan Logistik
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mendistribusikan bantuan bagi korban banjir di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (29/1/2025). Antara - ist/Dokumentasi Pribadi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut kesulitan mengirim bantuan bagi korban banjir di sejumlah titik wilayah Jakarta Barat, Rabu (29/1/2025).
Hal itu lantaran ketinggian air yang menyulitkan akses perahu karet, seperti di Tegal Alur, Kalideres dan Cengkareng Barat, Cengkareng.
Advertisement
"Untuk sebagian besar lokasi banjir sudah bisa akses masuk bantuan, cuman tadi beberapa lokasi seperti di Tegal Alur dan Cengkareng Barat karena akses ke pengungsian cukup sulit," kata Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Korwil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Barat, Vitus Dwi Indarto ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Oleh karena itu, pihaknya menurunkan bantuan bagi para korban di kantor kelurahan setempat.
BACA JUGA: Pecah Rekor Reservasi Hotel DIY Saat Long Weekend Capai 98,7 Persen
"Tadi jadinya bantuan kita 'drop' (turunkan) di kelurahan. Di kelurahan nanti ada tim untuk mengoordinasikan distribusinya," tuturnya.
Selain perahu karet yang disiagakan di masing-masing kelurahan, BPBD juga menerjunkan tiga perahu karet tambahan untuk mengevakuasi warga dan mengirimkan bantuan logistik.
"Kita ada tambahan tiga perahu karet. Tapi di masing-masing kelurahan (56 kelurahan di Jakarta Barat) sudah ada perahu karet. Ada yang satu, ada yang dua," kata Vitus.
Sejak Rabu pagi hingga siang, terdapat 43 RT di 56 kelurahan di Jakbar yang terendam banjir. Namun sejak pukul 15.00 WIB, genangan air di tujuh lokasi sudah surut.
"Tadi pukul 15.00 WIB, ada tujuh lokasi yang sudah surut. Sampai sekarang mungkin sudah bertambah (jumlah lokasi yang genangan airnya surut). Masih terus dipantau," ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 40 RT di 16 kelurahan di Jakarta Barat terendam banjir akibat hujan lebat yang melanda wilayah tersebut. Akibatnya, para warga harus mengungsi di 29 lokasi yang tersebar di wilayah setempat, dengan ketinggian air berkisar antara 5-100 sentimeter (cm).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Ambisi Calafiori Bawa Timnas Italia Akhiri Kutukan Absen Piala Dunia
- Satoria Hotel Yogyakarta Hadirkan Paket Halalbihalal Magical Raya
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
Advertisement
Advertisement







