Pemain PSIM Asal Argentina Pulga Vidal Rayakan Natal di Jogja
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
Otoritas Korea Selatan pada Minggu (29/12/2024) melaporkan bahwa 179 orang diduga tewas dalam kecelakaan pesawat di Bandara Internasional Muan, seperti diberitakan oleh media lokal./ANTARA
Harianjogja.com, JAKARTA—Data penerbangan dan perekam suara kokpit pada jet Jeju Air yang jatuh pada 29 Desember berhenti merekam sekitar empat menit sebelum pesawat tersebut menabrak struktur beton di Bandara Muan Korea Selatan.
Dilansir dari Reuters, pihak berwenang yang menyelidiki bencana yang menewaskan 179 orang, yang terburuk di Korea Selatan, berencana menganalisis apa yang menyebabkan kotak hitam (black box) berhenti mencatat, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Perekam suara tersebut awalnya dianalisis di Korea Selatan, dan ketika datanya ditemukan hilang, dikirim ke laboratorium Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS, kata kementerian tersebut. Perekam data penerbangan yang rusak itu dibawa ke Amerika Serikat untuk dianalisis bekerja sama dengan regulator keselamatan Amerika, kata kementerian itu.
Jeju Air 7C2216 yang berangkat dari ibu kota Thailand, Bangkok, menuju Muan di barat daya Korea Selatan, mendarat di perut dan melampaui landasan pacu bandara regional, meledak menjadi api setelah menabrak tanggul.
Pilot mengatakan kepada pengawas lalu lintas udara bahwa pesawat tersebut terkena serangan burung dan menyatakan keadaan darurat sekitar empat menit sebelum jatuh ke tanggul dan meledak dalam kobaran api. Dua awak yang terluka, duduk di bagian ekor, berhasil diselamatkan.
Dua menit sebelum panggilan darurat Mayday, pengatur lalu lintas udara memberi peringatan akan adanya "aktivitas burung". Menyatakan keadaan darurat, pilot membatalkan upaya pendaratan dan memulai go-around.
Namun, alih-alih melakukan perjalanan penuh, pesawat jet Boeing 737-800 milik maskapai penerbangan tersebut malah berbelok tajam dan mendekati landasan pacu tunggal bandara dari ujung yang berlawanan, melakukan pendaratan darurat tanpa menggunakan roda pendarat.
Sim Jai-dong, mantan penyelidik kecelakaan di kementerian transportasi, mengatakan penemuan data yang hilang pada menit-menit terakhir yang penting itu mengejutkan dan menunjukkan bahwa semua aliran listrik termasuk cadangan mungkin telah diputus, dan hal ini jarang terjadi.
Kementerian Perhubungan mengatakan data lain yang tersedia akan digunakan dalam penyelidikan dan akan memastikan penyelidikan transparan dan informasi dibagikan kepada keluarga korban. Investigasi terhadap kecelakaan tersebut juga terfokus pada tanggul yang dirancang untuk menopang sistem localizer yang digunakan untuk membantu pendaratan pesawat, termasuk mengapa tanggul tersebut dibangun dengan material yang begitu kaku dan sangat dekat dengan ujung landasan pacu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
Arab Saudi menyatakan penyelenggaraan Haji 2026 sukses dengan 1,7 juta jamaah dan dukungan sistem keamanan serta layanan terintegrasi.
Wisata PG Madukismo Bantul menawarkan pengalaman naik kereta diesel klasik dan melihat langsung proses produksi gula saat musim giling tebu.
Progres pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif IKN mencapai 19,35 persen, melampaui target dan ditopang berbagai inovasi konstruksi dari WIKA.
Daftar harga mobil listrik BYD terbaru OTR Jakarta 2026, mulai Seagull Rp205 juta hingga BYD Seal Performance Rp750 juta lengkap dengan spesifikasi.
Presiden Prabowo menunjuk AHY sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung menggantikan Luhut melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026.