Advertisement
Update Longsor Tambang Emas Gorontalo: 23 Tewas, 23 Hilang dan 144 Selamat
Ilustrasi longsor. - Pixabay/Saiful Mulia
Advertisement
Harianjogja.com, GORONTALO—Pencarian korban tanah longsor pada hari kelima oleh tim SAR gabungan di area tambang emas rakyat di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo terkendala cuaca.
Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo Ida Bagus Ngurah Asrama di Gorontalo, Kamis, mengatakan tim SAR belum bisa secara maksimal melakukan pencarian karena sebagian besar wilayah tersebut terus-menerus diguyur hujan. "Hujan menjadi kendala utama rekan-rekan di lapangan, sehingga proses pencarian terhambat," ucap Ida Bagus.
Advertisement
Ia menjelaskan, saat ini total keseluruhan korban yang sudah terdata berjumlah 190 orang, terdiri atas 23 orang meninggal dunia,144 selamat, dan masih dalam pencarian 23 orang.
Selain menyulitkan proses pencarian korban, cuaca hujan yang terus menerus mengguyur wilayah Kecamatan Suwawa Timur juga menghambat proses distribusi logistik.
"Cuaca buruk juga membuat helikopter yang akan mengangkut personel dari dan menuju lokasi operasi pencarian maupun untuk proses evakuasi tidak dapat dioperasikan," ujar Ida Bagus.
Demikian pula dengan satu unit ekskavator milik perusahaan tambang setempat yang sudah ada di lokasi tidak bisa dioperasikan mengingat di sekitar lokasi pencarian masih diguyur hujan hingga adanya pergerakan tanah. "Untuk pendistribusian logistik dan personel hanya menggunakan angkutan sepeda motor," kata dia.
Meskipun aktivitas pencarian korban belum bisa dilaksanakan, namun tim yang turun dari lokasi menuju ke Posko SAR utama tetap melakukan penyisiran di sepanjang jalur yang dilalui.
Rencananya pada Jumat (12/7) pagi personel yang berada di lokasi tambang akan kembali melakukan pencarian korban. Demikian pula distribusi logistik dan personel tambahan menggunakan helikopter juga akan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan faktor cuaca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Massa Aksi Dipukul, LBH Jogja Siapkan Laporan Dugaan Kekerasan May Day
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- IKA FK Unsri Kawal Kasus Dokter Internship Meninggal, Ini Alasannya
- Aksi May Day di Jogja Dibatasi, Massa Tak Bisa ke Titik Nol
- DPR Usul SPT Pribadi Diperpanjang hingga Mei 2026
- May Day Sleman Meriah, Ada Cukur Gratis untuk Pekerja
- Kericuhan May Day Bandung, Sejumlah Pelaku Diamankan
- Kebijakan Baru Prabowo di Hari Buruh, Dari Desa hingga Driver Online
- Jamaah Haji RI Mulai Umrah Wajib di Masjidil Haram
Advertisement
Advertisement







