Advertisement
Kasus Asusila Hasyim Asy'ari, Komisioner KPU Harus Instropeksi
Ketua KPU Dilaporkan ke DKPP Atas Dugaan Pelecahan Seksual dan Pelanggaran Etik. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari memberikan penjelasan saat konferensi pers tentang perhitungan suara Pemilu 2024 di Jakarta, Selasa (27/2/2024). Bisnis - Himawan L Nugraha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kasus asusila yang menjerat mantan Ketua KPU Hasyim Asy'ari harus menjadi pelajaran bagi komisioner lainnya. Etika dan moral harus dijaga.
Direktur Jaringan Demokrasi dan Pemilu (Netgrit), Hadar Nafis Gumay mengatakan bahwa enam komisioner KPU yang tersisa saat ini harus bisa menjaga etika dan moral agar tidak seperti Hasyim Asy'ari.
Advertisement
BACA JUGA: Hasyim Asyari Dipecat karena Kasus Asusila, KPU Bicara Nasib Pilkada
Dia berpandangan jika ada komisioner yang melakukan hal sama seperi Hasyim Asy'ari, maka nama institusi KPU bakal tercoreng dan masyarakat tidak ada yang percaya kepada KPU.
"Nah jadi lebih baik mereka itu menahan dirinya, bekerja dengan baik, ikuti aturan yang berlaku, termasuk menjaga etika dan pedoman, serta moral," tuturnya di Jakarta, Sabtu (6/7/2024).
Dia menjelaskan kepercayaan masyarakat harus tetap dijaga para penyelenggara pemilu. Salah satu upaya untuk menjaga itu adalah dengan cara membenahi internal KPU. "Tentu saya prihatin dengan hal ini, kenapa sampai terjadi seperti ini karena sebetulnya peringatan ini kan sudah panjang ya," kata Hadar.
Hadar meyakini bahwa Hasyim Asy'ari telah melakukan asusila karena berpikir tidak ada yang akan mengetahuinya, termasuk juga keluarganya.
Kendati demikian, menurut Hadar, semua penyelenggara pemilu harus sadar bahwa mereka berada di institusi besar yang bertugas memilih pemimpin negara.
"Dia berada di satu lembaga yang penting di mana proses kerjanya memilih pemimpin, baik di dewan maupun eksekutif, tapi pada kenyataannya, KPU dipimpin orang yang salah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
Advertisement
Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Jadwal Misa Jumat Agung 2026 di DIY
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Hari Ini, Sal Priadi CS Manggung di Lapangan Pancasila UGM
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
Advertisement
Advertisement






