Advertisement
China Nilai Sikap AS untuk Ukraina karena Memiliki Tujuan Geopolitiknya
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan di San Fransisco, Rabu (15/11) waktu setempat. (Reuters - Kevin Lamarque)\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, ISTANBUL—China menuduh Amerika Serikat (AS) mengeksploitasi krisis Ukraina. AS dinilai memiliki "tujuan geopolitik" bukan murni peduli pada Ukraina.
"Apa yang AS pedulikan bukanlah Ukraina, tetapi mewujudkan tujuan geopolitik dan strategisnya melalui krisis Ukraina," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin, Selasa (13/3/2024).
Advertisement
Wang menanggapi komentar yang dibuat oleh kepala mata-mata AS William Burns dalam suatu sidang Senat. "Jika kita terlihat menarik dukungan untuk Ukraina, hal ini tidak hanya akan menambah keraguan di antara sekutu dan mitra kita di Indo-Pasifik, namun hal ini juga akan memicu ambisi kepemimpinan China dalam menghadapi berbagai kemungkinan mulai dari Taiwan hingga Laut China Selatan," kata Burns kepada para senator, Senin (11/3/2024).
Secara terpisah, dalam laporan Penilaian Ancaman Tahunan 2024 pada hari yang sama, badan intelijen AS mengatakan: "China yang ambisius tetapi cemas, Rusia yang konfrontatif, beberapa kekuatan regional, seperti Iran, dan aktor-aktor non-negara yang lebih cakap menantang peraturan-peraturan sistem internasional yang sudah lama serta keunggulan AS di dalamnya."
Laporan tersebut menyoroti China yang mungkin berupaya memengaruhi pemilu AS pada 2024 pada tingkat tertentu. Pasalnya China ingin mengesampingkan kritik terhadapnya dan memperbesar perpecahan masyarakat AS."
Baca Juga
China Sebut Amerika Serikat dan Uni Eropa Punya Catatan Buruk Penanganan HAM
China, Amerika Serikat dan Jepang Jadi Tujuan Ekspor Terbesar Indonesia
AS Kembali Tuding Soal Pesawat Mata-Mata China, Ada Kaitannya dengan Jaringan Internet
Wang mengatakan perwakilan khusus China untuk Urusan Eurasia, Li Hui, mengunjungi Rusia, markas besar Uni Eropa, Polandia, Ukraina, Jerman, dan Prancis pada awal Maret. Dalam kunjungannya, Li berdiskusi dengan para pejabat mengenai resolusi politik krisis Ukraina, kata Wang. "Semua pihak sangat menghargai upaya Li untuk mewakili China dalam mendesak perundingan perdamaian," kata Wang.
Dia juga menekankan China dengan tulus berharap semua pihak terkait akan berupaya menuju gencatan senjata lebih awal dan membangun kerangka keamanan Eropa yang seimbang, efektif, berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
Advertisement
Jelang Lebaran 2026, Stok Bahan Pokok Sleman Dipastikan Aman
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Baru 210 RT Punya APAR, Damkarmat Jogja Tambah 350 Unit
- 109 Penerbangan Rusia-Timur Tengah Dibatalkan
- KPK Panggil Budi Karya, Kasus Suap DJKA Memanas
- Mahasiswa Mulai Lirik Sukuk, Imbal Hasil Kompetitif
- Titiek Soeharto Minta Pengelola MBG Bukan Sekadar Cari Untung
- IMO Minta Kapal Hindari Selat Hormuz Usai Serangan AS-Israel
- Konflik Timur Tengah: Iran Lancarkan Serangan ke-9 ke Israel dan AS
Advertisement
Advertisement





