Advertisement
Sedih, Jumlah Anjing Selundupan yang Mati Bertambah, Kini Jadi 16 Ekor

Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG—Pekan lalu ratusan anjing illegal yang akan diseludupkan berhasil digagalkan Polrestabes Semarang, Sabtu (6/1/2024) malam. Jumlah anjing yang mati hingga saat ini bertambah dari 12 ekor menjadi 16 ekor.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Semarang, Jawa Tengah, Hernowo Budi Luhur mengatakan anjing-anjing selundupan yang saat ini dirawat di shelter penampungan sementara ada yang mati karena kondisi kesehatannya memburuk akibat luka jeratan yang parah. "Karena ada yang luka jeratan agak dalam, sehingga enggak kuat. Kemarin ada tujuh yang dirawat di klinik, ini masih berkembang," tambah dia, Jumat (12/1/2024).
Advertisement
Dari laporan sementara, setidaknya ada empat anjing yang mati saat dirawat di shelter, setelah 12 anjing yang ditemukan sudah dalam kondisi mati saat truk pengangkut hewan tersebut diamankan.
Ratusan anjing tanpa dokumen resmi dari Subang, Jawa Barat, yang diduga akan diselundupkan ke Sragen, Jawa Tengah, digagalkan oleh Polrestabes Semarang saat truk pengangkut melintas di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Sabtu (6/1/2024) malam.
Baca Juga
Kasus Penyelundupan Anjing di Kulonprogo Siap Disidangkan
Polisi Ungkap Alasan Pencuri dan Peracun Anjing yang Ditangkap di Seyegan
Truk Pengangkut Ratusan Anjing Diamankan Polisi di Tol Kalikangkung
Dari truk pengangkut anjing itu, ditemukan 226 anjing dari berbagai jenis, dan 12 anjing di antaranya dalam kondisi mati. Anjing-anjing itu diduga akan dikirim ke Sragen untuk dijagal atau untuk dikonsumsi.
Menurut dia, Distan dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kota Semarang sudah berupaya mendampingi sukarelawan pecinta binatang di shelter penampungan sementara untuk merawat anjing-anjing tersebut.
Bahkan, setidaknya 17 dokter hewan telah diterjunkan oleh Distan Kota Semarang dan PDHI untuk memantau kondisi kesehatan dan merawat anjing-anjing malang tersebut.
Namun, kondisi kesehatan dari anjing-anjing tersebut saat diamankan memang beragam, apalagi ada yang kondisinya sangat mengenaskan dengan luka bekas jeratan hingga malnutrisi.
Selain anjing yang mati, kata dia, ternyata ada juga anjing yang melahirkan sehingga langsung mendapatkan perawatan dari sukarelawan, dan beberapa anjing lain juga terdeteksi bunting.
Hernowo memastikan sejauh ini ratusan anjing tersebut ditampung dan dirawat di shelter karena masih menjadi barang bukti Polrestabes Semarang untuk kepentingan penyidikan.
"Sementara masih tempatkan di sana nunggu hasil proses hukum. Tugas kami, mendampingi relawan agar anjing-anjingnya sehat dan secara lingkungan juga mampu menjaga agar Jawa Tengah tetap bebas rabies," katanya.
Untuk temuan penyakit rabies, Hernowo mengatakan bahwa masih menunggu hasil laboratorium dari otopsi 12 anjing yang mati yang sudah dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta.
"Belum bisa kami menyampaikan hasil lab-nya. Kemarin kan kami lakukan otopsi dari yang 12 anjing yang mati. Kami kirimkan ke BB Veteriner Wates. Hasilnya hari ini mungkin keluar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik Lebaran, Tol Semarang-Solo Bakal Dibikin Satu Arah Saat Kendaraan Menumpuk
- Libur Lebaran, Belasan Rumah TNI di Asrama Gajah II Terbakar
- Prison Break Sorong, Tujuh Narapidana Lapas Kabur dengan Melubangi Tembok Pakai Sendok Makan
- Pemerintah Jepang Keluarkan Peringatan Ancaman Gempa Dahsyat, Perkiraan Korban hingga 300 Ribu Orang
- Penjualan Tiket Bus Lebaran di Sukoharjo Lesu, Banyaknya PHK Diduga Jadi Penyebab
Advertisement

Ingin Hasil ASPD Optimal, Dinas Pendidikan Gunungkidul Gelar Tryout
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Wonogiri Ditemukan Meninggal di Sungai Code, Berikut Penjelasan Kepala Desa
- Bikin Septitank, Penyintas Gunung Lewotobi Temukan 16 Granat
- One Way dan Contraflow Bakal Diterapkan Saat Arus Balik, Ini Waktunya
- Jumlah Laka dan Korban Jiwa Saat Arus Mudik Lebaran Turun 30%
- Hingga H+1 Lebaran, Lebih dari 2,1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
- Senator Amerika Serikat Berpidato 25 Jam, Kecam Presiden Trump
- Awasi WNA di Indonesia, Pengelola Penginapan Wajib Laporkan Keberadaan Tamu Asing Lewat APOA
Advertisement
Advertisement