Dunia Dosen Gelar RPS OBE Masterclass, Tingkatkan Kualitas Pembelajar
Dunia Dosen menghadirkan RPS OBE Masterclass untuk membantu dosen menyusun RPS berbasis Outcome-Based Education secara terukur dan siap akreditasi.
Polisi Sektor Girimulyo memperlihatkan barang bukti pencurian anjing berupa tulang anjing yang telah dicampur racun, Sabtu (21/4/2018)./Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, SEMARANG—Pekan lalu ratusan anjing illegal yang akan diseludupkan berhasil digagalkan Polrestabes Semarang, Sabtu (6/1/2024) malam. Jumlah anjing yang mati hingga saat ini bertambah dari 12 ekor menjadi 16 ekor.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Semarang, Jawa Tengah, Hernowo Budi Luhur mengatakan anjing-anjing selundupan yang saat ini dirawat di shelter penampungan sementara ada yang mati karena kondisi kesehatannya memburuk akibat luka jeratan yang parah. "Karena ada yang luka jeratan agak dalam, sehingga enggak kuat. Kemarin ada tujuh yang dirawat di klinik, ini masih berkembang," tambah dia, Jumat (12/1/2024).
Dari laporan sementara, setidaknya ada empat anjing yang mati saat dirawat di shelter, setelah 12 anjing yang ditemukan sudah dalam kondisi mati saat truk pengangkut hewan tersebut diamankan.
Ratusan anjing tanpa dokumen resmi dari Subang, Jawa Barat, yang diduga akan diselundupkan ke Sragen, Jawa Tengah, digagalkan oleh Polrestabes Semarang saat truk pengangkut melintas di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Sabtu (6/1/2024) malam.
Baca Juga
Kasus Penyelundupan Anjing di Kulonprogo Siap Disidangkan
Polisi Ungkap Alasan Pencuri dan Peracun Anjing yang Ditangkap di Seyegan
Truk Pengangkut Ratusan Anjing Diamankan Polisi di Tol Kalikangkung
Dari truk pengangkut anjing itu, ditemukan 226 anjing dari berbagai jenis, dan 12 anjing di antaranya dalam kondisi mati. Anjing-anjing itu diduga akan dikirim ke Sragen untuk dijagal atau untuk dikonsumsi.
Menurut dia, Distan dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kota Semarang sudah berupaya mendampingi sukarelawan pecinta binatang di shelter penampungan sementara untuk merawat anjing-anjing tersebut.
Bahkan, setidaknya 17 dokter hewan telah diterjunkan oleh Distan Kota Semarang dan PDHI untuk memantau kondisi kesehatan dan merawat anjing-anjing malang tersebut.
Namun, kondisi kesehatan dari anjing-anjing tersebut saat diamankan memang beragam, apalagi ada yang kondisinya sangat mengenaskan dengan luka bekas jeratan hingga malnutrisi.
Selain anjing yang mati, kata dia, ternyata ada juga anjing yang melahirkan sehingga langsung mendapatkan perawatan dari sukarelawan, dan beberapa anjing lain juga terdeteksi bunting.
Hernowo memastikan sejauh ini ratusan anjing tersebut ditampung dan dirawat di shelter karena masih menjadi barang bukti Polrestabes Semarang untuk kepentingan penyidikan.
"Sementara masih tempatkan di sana nunggu hasil proses hukum. Tugas kami, mendampingi relawan agar anjing-anjingnya sehat dan secara lingkungan juga mampu menjaga agar Jawa Tengah tetap bebas rabies," katanya.
Untuk temuan penyakit rabies, Hernowo mengatakan bahwa masih menunggu hasil laboratorium dari otopsi 12 anjing yang mati yang sudah dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta.
"Belum bisa kami menyampaikan hasil lab-nya. Kemarin kan kami lakukan otopsi dari yang 12 anjing yang mati. Kami kirimkan ke BB Veteriner Wates. Hasilnya hari ini mungkin keluar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dunia Dosen menghadirkan RPS OBE Masterclass untuk membantu dosen menyusun RPS berbasis Outcome-Based Education secara terukur dan siap akreditasi.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.