Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Polisi Sektor Girimulyo memperlihatkan barang bukti pencurian anjing berupa tulang anjing yang telah dicampur racun, Sabtu (21/4/2018)./Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, SEMARANG—Pekan lalu ratusan anjing illegal yang akan diseludupkan berhasil digagalkan Polrestabes Semarang, Sabtu (6/1/2024) malam. Jumlah anjing yang mati hingga saat ini bertambah dari 12 ekor menjadi 16 ekor.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Semarang, Jawa Tengah, Hernowo Budi Luhur mengatakan anjing-anjing selundupan yang saat ini dirawat di shelter penampungan sementara ada yang mati karena kondisi kesehatannya memburuk akibat luka jeratan yang parah. "Karena ada yang luka jeratan agak dalam, sehingga enggak kuat. Kemarin ada tujuh yang dirawat di klinik, ini masih berkembang," tambah dia, Jumat (12/1/2024).
Dari laporan sementara, setidaknya ada empat anjing yang mati saat dirawat di shelter, setelah 12 anjing yang ditemukan sudah dalam kondisi mati saat truk pengangkut hewan tersebut diamankan.
Ratusan anjing tanpa dokumen resmi dari Subang, Jawa Barat, yang diduga akan diselundupkan ke Sragen, Jawa Tengah, digagalkan oleh Polrestabes Semarang saat truk pengangkut melintas di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Sabtu (6/1/2024) malam.
Baca Juga
Kasus Penyelundupan Anjing di Kulonprogo Siap Disidangkan
Polisi Ungkap Alasan Pencuri dan Peracun Anjing yang Ditangkap di Seyegan
Truk Pengangkut Ratusan Anjing Diamankan Polisi di Tol Kalikangkung
Dari truk pengangkut anjing itu, ditemukan 226 anjing dari berbagai jenis, dan 12 anjing di antaranya dalam kondisi mati. Anjing-anjing itu diduga akan dikirim ke Sragen untuk dijagal atau untuk dikonsumsi.
Menurut dia, Distan dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kota Semarang sudah berupaya mendampingi sukarelawan pecinta binatang di shelter penampungan sementara untuk merawat anjing-anjing tersebut.
Bahkan, setidaknya 17 dokter hewan telah diterjunkan oleh Distan Kota Semarang dan PDHI untuk memantau kondisi kesehatan dan merawat anjing-anjing malang tersebut.
Namun, kondisi kesehatan dari anjing-anjing tersebut saat diamankan memang beragam, apalagi ada yang kondisinya sangat mengenaskan dengan luka bekas jeratan hingga malnutrisi.
Selain anjing yang mati, kata dia, ternyata ada juga anjing yang melahirkan sehingga langsung mendapatkan perawatan dari sukarelawan, dan beberapa anjing lain juga terdeteksi bunting.
Hernowo memastikan sejauh ini ratusan anjing tersebut ditampung dan dirawat di shelter karena masih menjadi barang bukti Polrestabes Semarang untuk kepentingan penyidikan.
"Sementara masih tempatkan di sana nunggu hasil proses hukum. Tugas kami, mendampingi relawan agar anjing-anjingnya sehat dan secara lingkungan juga mampu menjaga agar Jawa Tengah tetap bebas rabies," katanya.
Untuk temuan penyakit rabies, Hernowo mengatakan bahwa masih menunggu hasil laboratorium dari otopsi 12 anjing yang mati yang sudah dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta.
"Belum bisa kami menyampaikan hasil lab-nya. Kemarin kan kami lakukan otopsi dari yang 12 anjing yang mati. Kami kirimkan ke BB Veteriner Wates. Hasilnya hari ini mungkin keluar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.