Advertisement

Wacana Kiai Tidak Perlu Ikut Berpolitik, Gus Miftah: Itu Salah

Newswire
Rabu, 29 November 2023 - 20:47 WIB
Maya Herawati
Wacana Kiai Tidak Perlu Ikut Berpolitik, Gus Miftah: Itu Salah Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah saat berkunjung ke Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (29/11/2023). - Antara - Aris Wasita

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO—Wacana tentang ulama atau kiai tidak perlu berurusan dengan politik ditanggapi pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau yang disapa Gus Miftah.

Ia menyebut sejarah pemimpin besar di Indonesia dikawal oleh wali dan kiai. "Joko Tingkir jadi Sultan Hadiwijaya berhasil karena dikawal Sunan Kalijaga, Raden Patah dikawal Walisongo, termasuk pak Jokowi dikawal oleh kiai-kiai," katanya saat mengunjungi Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (29/11/2023).

Advertisement

Oleh karena itu, ia mengaku tidak setuju dengan ungkapan agar kiai tidak perlu berurusan dengan politik.

"Kalau ada yang mengatakan kiai nggak usah ngurusi politik, ngurusi ngaji saja. Itu salah. Ini bahasa yang sengaja disampaikan oleh orang fasik agar dekat dengan politikus. Kiai saya dorong dengan siapapun," katanya.

Ia mengatakan selama ini aktif menjalin komunikasi dengan para kiai, termasuk Gerakan Kiai Kampung yang dia dirikan. "Setiap zona saya kumpulkan 1.000 kiai. Ini jauh sebelum hajatan pilpres. Kebetulan ini bisa kami komunikasikan dengan mas Gibran," katanya.

BACA JUGA: DP3AP2KB Jogja Tangani 168 Kasus Kekerasan Selama 2023, Laki-Laki Juga Jadi Korban

Ia mengatakan salah satu program pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka adalah memberikan perhatian kepada para kiai, termasuk kiai kampung yang selama ini jarang tersentuh.

"Kiai kampung kalau saya mengistilahkan seperti tentara angkatan darat bagian infanteri, jadi kiai yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Dalam hal ini sebagai garda terdepan untuk menjaga keberlangsungan akidah ahli sunnah wal jamaah," katanya.

Meski demikian, ia tidak ingin para kiai kampung ini merasa dimanfaatkan sekadar untuk hajatan pemilihan presiden, pilkada, pileg.

Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan membuat semacam kepengurusan agar hubungan yang baik dapat terus terjaga, yakni tidak hanya berlangsung sampai kampanye berakhir tapi seterusnya. "Ke depan ketika Mas Prabowo, Mas Gibran sesuai yang kami doakan bisa jumeneng, kiai-kiai ini yang kami minta memberikan masukan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Heroik! Empat Santri Magetan Tenggelam di Pantai Parangtritis Berhasil Diselamatkan

Bantul
| Minggu, 25 Februari 2024, 19:07 WIB

Advertisement

alt

Melihat Kemeriahan Cap Go Meh di Kelenteng Sijuk

Wisata
| Sabtu, 24 Februari 2024, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement