Advertisement
Cegah Terhasut Hoaks, Menkominfo Minta Warga Tidak Gegabah Terkait Kasus Bitung
Menkominfo Budi Arie Setiadi / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Bentrokan antar-dua kelompok massa yang terjadi di Bitung, Sulawesi Utara berpotensi menjadi konflik yang meluas. Cegah agar tidak terhasut hoaks, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi meminta masyarakat bijak.
"Kami mengimbau kepada seluruh warga bangsa agar menggunakan semua platform digital dengan bijak. Bersama mari wujudkan Indonesia yang damai dan bermartabat," ujar Budi, seperti dikutip Antara, Minggu (26/2023).
Advertisement
Ia mengajak masyarakat untuk bisa bijak mencari informasi dari sumber yang tepat dan merekomendasikan untuk bisa merujuk pada informasi yang diberikan oleh otoritas pemerintahan setempat.
Budi menyarankan masyarakat dapat meminta informasi dengan menghubungi perwakilan pimpinan daerah terdekat sehingga tidak terhasut oleh informasi yang simpang siur dan belum terverifikasi kebenarannya.
"Jika ingin informasi yang tepat, bisa menghubungi otoritas Pemerintahan Daerah di sana, serta seluruh Musyawarah Pimpinan Daerah-nya," kata Budi.
BACA JUGA: Enam Pelajar di Bantul Diamankan Warga Saat Hendak Tawuran
Sebelumnya, pada Sabtu (25/11) sempat terjadi penyampaian aksi oleh sekelompok massa dan hampir menciptakan bentrokan dengan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
Untungnya bentrokan itu berhasil dicegah oleh para petugas keamanan di lokasi dan sejak 19.50 WITA suasana di pusat Kota Bitung sudah kembali kondusif dan aman.
Wali Kota Bitung Maurits Mantiri mengajak masyarakat Kota Bitung agar dapat tetap menjaga situasi dan kondisi aman tersebut terkendali.
"Untuk itu marilah kita bersama-sama mendukung upaya pemerintah di lapangan dengan tidak menyebarkan foto dan video yang dapat memprovokasi berbagai pihak [untuk mencegah hoaks meluas]," katanya.
Maurits mengajak masyarakat untuk dapat menjaga keamanan di Kota tersebut dengan tetap menjaga ramah tamah dan sopan satu.
Apabila masyarakat melihat hal-hal yang berpotensi merusak kedamaian itu (termasuk mencegah pernyebaran hoaks), ia meminta masyarakat untuk dapat melaporkannya ke Pusat Pengaduan di 112.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pajak dan BBM Meroket, Krisis Ekonomi Lebanon Ramadan 2026 Mencekik
- Istri AKBP Didik, Miranti Afriana Positif Narkoba
- Eks Kapolres Bima Kota Dipecat usai Terbukti Terlibat Kasus Narkoba
- Gas Tertawa Meledak, Lima Remaja Tewas dalam Kebakaran Apartemen
- Arab Saudi dan Iran Awali Ramadan 1447 H di Hari yang Berbeda
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Google Rilis Gemini Lyria 3, Foto Bisa Jadi Lagu
- Resmi Mulai 2027, Phillip Island Ditinggal, MotoGP Digelar di Adelaide
- Taman Budaya Bantul Segera Dibangun Seusai Lebaran 2026
- Di Forum AS, Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Gagal Bayar Utang
- DIY Miliki Ribuan Cagar Budaya, Masyarakat Diminta Ikut Menjaga
- PSS Sleman Tantang Persipura di Maguwoharjo, Ujian Berat Super Elja
- Dana Desa Gunungkidul 2026 Bisa Dicairkan, Target Rampung Maret
Advertisement
Advertisement






