Gelombang Migran Memuncak, Spanyol Tutup Perbatasan dengan Maroko
Spanyol menutup perbatasan Beni Ansar di Melilla setelah gelombang migran meningkat. Pengamanan diperketat di Ceuta dan Melilla.
Ilustrasi senjata tajam./JIBI
Harianjogja.com, SEMARANG—Puluhan remaja bersenjata tajam yang diduga hendak tawuran diamankan polisi dari dua lokasi berbeda di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/11/2023).
Kasat Samapta Polrestabes Semarang AKBP Asep Supriyanto mengatakan para remaja ini diamankan di Jalan Gajah, Kecamatan Gayamsari dan Jalan Sedayu Tugu, Kecamatan Genuk.
Ia menjelaskan penangkapan berawal dari laporan masyarakat melalui Aplikasi Libas tentang adanya gerombolan remaja yang diduga hendak tawuran.
"Patroli Perintis Polrestabes Semarang menuju lokasi di Jalan Gajah dan mengamankan 10 remaja beserta empat senjata tajam," katanya.
Dari Jalan Gajah, kata dia, patroli kembali melakukan penyisiran hingga Jalan Sedayu Tugu. Di lokasi kedua, lanjut dia, 12 anak kembali diamankan beserta lima senjata tajam.
Puluhan remaja tersebut kemudian dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk didata dan proses hukum lebih lanjut. Dalam penangkapan itu, polisi juga mendapati para pelaku yang mengonsumsi minuman keras.
Asep menyebut aksi para pelaku ini sebagai fenomena kenakalan remaja. "Mereka membentuk kelompok yang disebut gangster," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Spanyol menutup perbatasan Beni Ansar di Melilla setelah gelombang migran meningkat. Pengamanan diperketat di Ceuta dan Melilla.
KPK memperketat sistem keamanan data dan akses dokumen perkara usai dugaan kebocoran informasi oleh pegawai internal.
Program MBG dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih diintegrasikan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi desa.
PMI Sleman mengelola 800 kilogram limbah medis padat setiap bulan. Limbah cair diolah mandiri, sementara DLH rutin melakukan monitoring.
Bareskrim Polri memburu jaringan narkotika internasional yang melibatkan oknum pilot maskapai Malaysia dalam penyelundupan 25 kilogram ekstasi.
Pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal dipastikan bukan karena ancaman kerusuhan. APPBI dan Hasan Nasbi meminta publik mengutamakan fakta.