KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Kasus perkelahian antar geng yang terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga. Cekcok itu ternyata dipicu oleh aksi saling tantang melalui media sosial Instagram. Perkelahian itu melibatkan dua geng asal Salatiga bernama Kali Buket Takkan Mundur (KBTM) dengan geng asal Ambarawa, Kabupaten Semarang. /Solopos-Hawin Alaina
Harianjogja.com, SALATIGA—Kasus perkelahian antar geng yang terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga. Cekcok itu ternyata dipicu oleh aksi saling tantang melalui media sosial Instagram. Perkelahian itu melibatkan dua geng asal Salatiga bernama Kali Buket Takkan Mundur (KBTM) dengan geng asal Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari menyebut, sebelumnya kelompok KBTM menantang kelompok geng Mexico asal Kopeng, Getasan, Kabupaten Semarang. Namun saat janjian kelompok Mexico tidak jadi turun.
“Mereka sudah janjian dengan kelompok Mexico dari Kopeng di JLS. Namun sampai di TKP itu mereka bertemu dengan 20-an orang tapi bukan dari kelompok Mexico. Tapi dari kelompok lainnya. Kemudian kelompok KBTM menyerang kelompok tersebut dengan senjata tajam. Akhirnya mereka saling menyerang,” terang Kapolres saat konferensi pers di Pendapa Mapolres Salatiga Selasa (6/2/2024).
BACA JUGA : Dua Geng Pelajar Tawuran di Ring Road Selatan Bantul, Ada yang Membawa Celurit
Dalam kejadian tersebut jatuh korban bernama Diky, 20, mengalami luka pada bagian kepala dan tubuh bagian belakang. Diky menjadi korban karena terjatuh dan kemudian dikeroyok oleh kelompok lawannya. “Dari beberapa bukti yang kita dapatkan, akhirnya kami mendapatkan tiga tersangka,” ungkap Kapolres.
Ketiga pelaku tersebut berinisial R, 19, D, 21, dan W,23, mereka diketahui merupakan warga Tengaran, Kabupaten Semarang. Bersama dengan pelaku polisi juga mengamankan tiga senjata tajam jenis celurit besar dan sepeda motor yang dipakai untuk aksi perkelahian.
Kapolres ingin aksi perkelahian antar geng ini jadi kali terakhir terjadi di Salatiga. Dia meminta para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya saat berkegiatan pada malam hari.
Di hadapan polisi, salah seorang pelaku dari geng KBTM inisial W, 23, mengaku kapok dengan aksi yang telah dilakukan. Sebab sangat merugikan diri sendiri dan orang orang lain. “Saya menyesal dan jangan melakukan tawuran,” kata pelaku.
BACA JUGA : Berniat Tawuran, 25 Geng Remaja Diringkus Polisi
Diakuinya, mereka terpancing melakukan tawuran karena saling ejek melalui media sosial. Kelompok KBTM sendiri memiliki musuh geng di wilayah Salatiga dan Ambarawa.
“Musuhnya sekitar Salatiga dan Ambarawa. Anggota sekitar 30-40 orang. Tidak semuanya punya senjata tajam,” ujar W.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.