Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Kasus perkelahian antar geng yang terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga. Cekcok itu ternyata dipicu oleh aksi saling tantang melalui media sosial Instagram. Perkelahian itu melibatkan dua geng asal Salatiga bernama Kali Buket Takkan Mundur (KBTM) dengan geng asal Ambarawa, Kabupaten Semarang. /Solopos-Hawin Alaina
Harianjogja.com, SALATIGA—Kasus perkelahian antar geng yang terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga. Cekcok itu ternyata dipicu oleh aksi saling tantang melalui media sosial Instagram. Perkelahian itu melibatkan dua geng asal Salatiga bernama Kali Buket Takkan Mundur (KBTM) dengan geng asal Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari menyebut, sebelumnya kelompok KBTM menantang kelompok geng Mexico asal Kopeng, Getasan, Kabupaten Semarang. Namun saat janjian kelompok Mexico tidak jadi turun.
“Mereka sudah janjian dengan kelompok Mexico dari Kopeng di JLS. Namun sampai di TKP itu mereka bertemu dengan 20-an orang tapi bukan dari kelompok Mexico. Tapi dari kelompok lainnya. Kemudian kelompok KBTM menyerang kelompok tersebut dengan senjata tajam. Akhirnya mereka saling menyerang,” terang Kapolres saat konferensi pers di Pendapa Mapolres Salatiga Selasa (6/2/2024).
BACA JUGA : Dua Geng Pelajar Tawuran di Ring Road Selatan Bantul, Ada yang Membawa Celurit
Dalam kejadian tersebut jatuh korban bernama Diky, 20, mengalami luka pada bagian kepala dan tubuh bagian belakang. Diky menjadi korban karena terjatuh dan kemudian dikeroyok oleh kelompok lawannya. “Dari beberapa bukti yang kita dapatkan, akhirnya kami mendapatkan tiga tersangka,” ungkap Kapolres.
Ketiga pelaku tersebut berinisial R, 19, D, 21, dan W,23, mereka diketahui merupakan warga Tengaran, Kabupaten Semarang. Bersama dengan pelaku polisi juga mengamankan tiga senjata tajam jenis celurit besar dan sepeda motor yang dipakai untuk aksi perkelahian.
Kapolres ingin aksi perkelahian antar geng ini jadi kali terakhir terjadi di Salatiga. Dia meminta para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya saat berkegiatan pada malam hari.
Di hadapan polisi, salah seorang pelaku dari geng KBTM inisial W, 23, mengaku kapok dengan aksi yang telah dilakukan. Sebab sangat merugikan diri sendiri dan orang orang lain. “Saya menyesal dan jangan melakukan tawuran,” kata pelaku.
BACA JUGA : Berniat Tawuran, 25 Geng Remaja Diringkus Polisi
Diakuinya, mereka terpancing melakukan tawuran karena saling ejek melalui media sosial. Kelompok KBTM sendiri memiliki musuh geng di wilayah Salatiga dan Ambarawa.
“Musuhnya sekitar Salatiga dan Ambarawa. Anggota sekitar 30-40 orang. Tidak semuanya punya senjata tajam,” ujar W.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
AFC Nations League disiapkan AFC. Simak proyeksi divisi Timnas Indonesia berdasarkan ranking FIFA dan status format kompetisi.
Helm yang terkena hujan jangan langsung disimpan. Simak 3 cara merawat helm agar tidak bau apek, tetap nyaman, dan awet digunakan.
Konser Ed Sheeran di Gillette Stadium pada 25 dan 26 September 2026 dibatalkan karena cuaca buruk. Tiket Ticketmaster akan direfund otomatis.
Profil Rahmat Erwin Abdullah, lifter Indonesia yang meraih emas Asian Games 2026 sekaligus memecahkan dua rekor dunia dengan total 366 kg.
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 nomor 75 kg putra dengan total 366 kg. Ia juga mencatatkan rekor dunia lewat angkatan clean and jerk.