AS Kirim Peluru Mengandung Uranium ke Ukraina untuk Hadapi Invasi Rusia
Amerika Serikat akan mengirimkan amunisi uranium yang habis ke Ukraina.
Pasukan Ukraina./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA— Rudal milik pasukan Kyiv jatuh di sebuah desa di Polandia pada bulan November 2022 meningkatkan ketegangan dengan Ukraina.
Dua pekerja di fasilitas pengeringan biji-bijian tewas dalam ledakan di Przewodow, sekitar enam kilometer (empat mil) dari perbatasan Ukraina, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan meningkatnya perang antara Moskow dan Kyiv.
Namun aliansi militer Warsawa dan NATO, yang mana Polandia merupakan anggotanya, kemudian mengatakan bahwa ledakan tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh rudal pertahanan udara Ukraina yang diluncurkan untuk mencegat serangan Rusia.
BACA JUGA: Ukraina Klaim 8 Perwira Rusia Tewas dalam Serangan Rudal
Menteri Kehakiman Polandia Zbigniew Ziobro pada hari Kamis mengatakan "penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa Polandia menghasilkan pendapat yang tegas bahwa rudal ini adalah milik Ukraina."
Dia mengatakan temuan itu didasarkan pada “tempat asal rudal itu ditembakkan,” dan menambahkan bahwa proyektil tersebut adalah produksi Soviet.
Ziobro juga mengatakan dia menyesalkan karena selama berbulan-bulan tidak ada kerja sama dari Ukraina mengenai penyelidikan tersebut.
Partai Konfederasi sayap kanan Polandia mengatakan Kyiv harus membayar kompensasi atas insiden tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Amerika Serikat akan mengirimkan amunisi uranium yang habis ke Ukraina.
JTT mencatat 149.389 kendaraan melintas GT Cikampek Utama saat libur Idul Adha, naik 32% dibanding kondisi normal.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dengan tarif Rp8.000. Simak jam keberangkatan lengkap dari Yogyakarta hingga Palur untuk perjalanan lebih praktis.
Jadwal KRL Solo-Jogja terbaru dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan dari Palur hingga Yogyakarta untuk perjalanan lebih praktis.
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakar UMY mengungkap blackout Sumatra bukan sekadar gangguan transmisi, tetapi menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kelistrikan dan proteksi jaringan.