Advertisement
Bakal Cawapres Prabowo Bakal Ditentukan lewat Musyawarah Mufakat
Prabowo Subianto / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Bakal calon presiden (capres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto mengatakan masih terus menggodok bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
Prabowo mengatakan penggodokan bakal cawapres tersebut dilakukan sesuai dengan tradisi yang dianut oleh Bangsa Indonesia, yakni musyawarah dan mufakat.
Advertisement
“Mengenai wakil presiden, kita juga sudah sepakat kita akan terus menggodok sesuai dengan tradisi adat kita, musyawarah mufakat,” kata Prabowo saat konferensi pers usai pertemuan para ketua umum (ketum) partai politik (parpol) KIM di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis malam.
Prabowo juga mengatakan tujuan dari musyawarah dan mufakat secara damai dalam penentuan cawapres adalah untuk kepentingan nasional dan kepentingan rakyat.
BACA JUGA: Sah, Menkominfo Keluarkan Instruksi untuk Memberantas Judi Online
“Kami akan diskusi dan kami dalam suasana [damai karena] yang paling penting adalah kepentingan besar, kepentingan nasional, kepentingan rakyat,” kata Ketum Partai Gerindra itu.
Koalisi Indonesia Maju menggelar pertemuan di Kantor DPP Partai Golkar pada Kamis malam. Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh ketum parpol koalisi, yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Gelora, PAN, dan PBB.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo memaparkan 12 fokus kebijakan yang akan menjadi program kerjanya. “Masing-masing partai akan mengirim pakar-pakarnya, tim pakar untuk membahas, menggodok, menajamkan program-program tersebut supaya seluruh teman-teman koalisi paham benar ujungnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
IDM Gelar Mudik Gratis 2026, Ini Rute dan Syarat Pendaftarannya
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Mendiktisaintek Dorong PPDS PTMA Lahirkan Dokter Spesialis Inklusif
- Pengadilan Seoul Menangkan Min Hee Jin, Hybe Wajib Bayar Rp397 Miliar
- Fitur Dear Algo di Threads, Pengguna Bisa Atur Linimasa Lewat Prompt
- Jakarta Livin Mandiri Tumbangkan Pertamina Enduro 3-1 di Proliga 2026
- Jejak Diplomasi Budaya Hiphop Amerika Serikat Menggema di PBSK
- Dugaan Pelecehan Anak di Umbulharjo, Terduga Pelaku Diringkus Polisi
- Norwegia Pimpin Klasemen, Italia Menempel di Olimpiade Musim Dingin
Advertisement
Advertisement





