GOTO Kembali PHK Massal, 600 Karyawan Dirumahkan
GOTO kembali melakukan PHK massal dengan merumahkan 600 karyawan sebagai langkah efisiensi perseroan.
Pulau Rempang
Harianjogja.com, JAKARTA–Investor China, Xinyi Glass Holdings Ltd., yang berencana membangun pabrik kaca hingga pabrik solar panel di Pulau Rempang senilai Rp175 triliun, terancam angkat kaki dari Batam.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi Susiwijono Moegiarso mengatakan beberapa negara tetangga tengah merayu agar investor asal China itu mengalihkan investasi ke negaranya.
BACA JUGA: Terungkap! Ini Pemicu Konflik 'Lahan' Pulau Rempang
“Mereka [Xinyi] datang ke kantor [Kemenko Perekonomian] bertanya mengenai insiden yang ada di Pulau Rempang, kami sampaikan kalau tidak ada masalah, ini hanya soal komunikasi saja,” ujarnya saat temu dengan media bersama Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Badan Perusahaan (BP) Batam Ariastuty Sirait di Jakarta, Kamis (14/9/2023).
Dia menyampaikan investor semacam Xinyi sensitif dengan isu ras dan agama yang berujung pada konflik. Pemerintah pun khawatir hal itu akan berpengaruh pada kelanjutan investasi raksasa pabrik solar panel tenaga listrik tersebut.
Apalagi, lanjutnya, sejumlah negara tetangga tertarik menggaet Xinyi untuk investasi di negaranya. Sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand hingga Vietnam dikabarkan membujuk perusahaan asal China itu untuk mengalihkan investasinya.
Dia menyebut PM Malaysia Anwar Ibrahim sangat agresif saat ini untuk menarik investor. Apalagi nilai investasi yang direncanakan Xinyi cukup besar, mencapai US$11,6 miliar.
Ariastuty mengatakan pihak Xinyi sempat bertanya ke BP Batam mengenai konflik yang terjadi di Pulau Rempang. Pihaknya pun menjelaskan bahwa saat ini konflik pembebasan lahan sudah terkendali.
“Kami sampaikan kalau warga sebagian besar sudah menerima untuk direlokasi, semoga ini segera teratasi,” katanya.
Seperti diketahui, Xinyi Glass Holdings Ltd. akan melakukan investasi di kawasan Rempang Eco City yang lahannya dikelola oleh PT Makmur Elok Graha (MEG), anak perusahaan Grup Artha Graha milik Tomy Winata.
Xinyi komitmen untuk membenamkan investasi sebesar US$11,6 miliar atau setara Rp175 triliun. Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis produk kaca, seperti kaca mobil, kaca hemat energi, dan kaca float berkualitas tinggi, dengan pasar lebih dari 150 negara.
BACA JUGA: Konflik di Pulau Rempang, Ada Investasi Jumbo Rp381 Triliun Grup Artha Graha
Jejak Xinyi di Indonesia tidak hanya di Pulau Rempang, tapi ada juga di KEK JIIPE Gresik. Di kawasan indutri yang dikelola Jababeka itu perusahaan asal China itu mengucurkan investasi sebesar US$700 juta atau setara Rp10,5 triliun.
Seperti dikutip dari laman JIIPE, pada 25 Agustus 2022 telah dilakukan perjanjian jual beli antara Xinyi dengan PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS). Kedua pihak setuju untuk melakukan jual beli lahan untuk pembangunan pabrik kaca Xinyi.
Menurut Ariastuty, pabrik di Gresik dengan di Pulai Rempang nanti saling berkaitan. Pabrik kaca di Gresik akan mensuplai kebutuhan panel surya di Rempang.
Apabila terealisasi, duit yang dibenamkan Xinyi hampir separuh dari potensi investasi di Pulau Rempang. Rempang Eco-City dilaporkan memiliki potensi investasi mencapai Rp381 triliun. Artinya investasi Xinyi adalah 45,93 persen dari target tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
GOTO kembali melakukan PHK massal dengan merumahkan 600 karyawan sebagai langkah efisiensi perseroan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)
Malta menjadi negara pertama yang bekerja sama dengan OpenAI untuk membagikan ChatGPT Plus gratis kepada seluruh warganya selama setahun.