Advertisement

Buruknya Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Banyak Media Asing

Hesti Puji Lestari
Selasa, 15 Agustus 2023 - 15:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Buruknya Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Banyak Media Asing Suasana gedung-gedung bertingkat yang tertutup oleh kabut polusi di Jakarta, Kamis (27/7/2023). Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menghimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas menggunakan kendaraan pribadi karena buruknya kualitas udara menurut data DLH DKI 70 persen beberapa hari ini dipengaruhi sektor transportasi. ANTARA FOTO/Galih Pradipta - aww.

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO—Kualitas udara Jakarta menduduki peringkat satu terburuk di dunia beberapa hari terakhir. Media asing pun ramai-ramai menyoroti kualitas udara Ibu Kota Republik Indonesia ini.

Kualitas udara di Jakarta masih dalam kondisi sangat buruk dan tidak sehat hingga Selasa (15/8/2023) pagi. Berdasarkan data IQAir, tingkat polusi Ibu Kota berada di angka 183 pada pukul 08.00 WIB dan menempati peringkat ke-1 kota paling berpolusi udara yang tidak sehat. Level ini dapat diartikan udara Jakarta tidak sehat untuk dihirup oleh masyarakat Jakarta.

Advertisement

Kemudian, tingkat konsentrasi PM2.5 Jakarta saat ini pada level 116,7µg/m³ atau setara dengan 23,3 kali dari nilai panduan kualitas udara tahunan World Health Organization (WHO).

Kualitas udara Jakarta yang buruk ini membuat masyarakat khawatir tentang penyakit yang mungkin ditimbulkan karenanya.

Baca juga: Krisis Air Terjadi Merata di Gunungkidul, Dinsos DIY Siapkan 230 Tangki untuk Dropping

Bukan hanya masyarakat RI yang geger, topik buruknya kualitas udara Jakarta ini juga disorot secara khusus oleh beberapa media asing.

Media asal Malaysia, Astro Awani menyebut Jakarta sebagai "bandar paling tercemar di dunia" dan secara konsisten berada di 10 kota dengan udara terburuk sejak beberapa bulan terakhir. Astro Awani mengambil data dari IQAir. 

Kemudian media asal Bangladesh, TBS News, menyebut bahwa Jakarta secara konsisten telah menempati peringkat 10 besar sebagai kota tercemar di dunia.

"Jakarta secara konsisten menempati peringkat di antara 10 kota paling tercemar secara global sejak Mei dan minggu lalu menduduki peringkat teratas global yang disusun oleh perusahaan teknologi kualitas udara Swiss, IQAir. Pada Senin, Jakarta menduduki peringkat kedua," bunyi artikel di media tersebut.

Efek Industri

Media tersebut juga menulis bahwa salah satu penyebab buruknya kualitas udara di Jakarta lantaran efek industri dan lalu lintas jalan yang berlebihan.

Meski demikian, kelompok lingkungan menunjuk ke pembangkit listrik tenaga batu bara sebagai penyebab utamanya.

Selain kedua media tersebut, Bloomberg dan Reuters juga secara khusus mengangkat topik terkait buruknya kualitas udara Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Sejarah Lampu Petromak, Penerang di Masa Kegelapan yang Kini Hilang

Jogja
| Rabu, 24 Juli 2024, 09:07 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement