Utang Pemerintah Tembus Rp9.637,9 Triliun, Rasio 40,46 Persen PDB
Utang pemerintah per 31 Desember 2025 capai Rp9.637,9 triliun, rasio 40,46% PDB. SBN mendominasi 87% total utang.
Harun Masiku/RRI.co.id
Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima informasi bahwa Harun Masiku sempat keluar dari Indonesia melalui jalur tidak resmi.
Menurut Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur, hal tersebut yang membuat tersangka dugaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024 itu tak tercatat saat melakukan perjalanan keluar dari Indonesia.
BACA JUGA: Harun Masiku Disebut Sembunyi di Dalam Negeri, Ini Respons PDIP
"Dalam perkembangannya, info yang kami terima yang bersangkutan itu sudah keluar dari Indonesia, tetapi tidak melalui jalur resmi sehingga tidak tercatat pada saat keluarnya," kata Asep kepada wartawan, dikutip Minggu (13/8/2023).
Informasi tersebut lalu ditindaklanjuti oleh KPK dengan mengirimkan tim ke negara tetangga, guna mengecek informasi keberadaan Harun. Koordinasi juga dilakukan dengan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri.
Adapun belum lama ini, keberadaan mantan calon legislatif PDI Perjuangan atau PDIP itu diungkap berada di dalam negeri.
Informasi tersebut berdasarkan data perlintasan yang diungkap oleh Kepala Divisi (Kadiv) Hubinter Polri Irjen Pol Krishna Murti, sehingga mematahkan beberapa isu belakangan terkait dengan keberadaan Harun di luar negeri.
Meski demikian, Polri maupun KPK tak menyangkal bahwa Harun sempat pergi ke luar negeri. Dia bahkan pernah terekam kamera CCTV Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar Januari 2020, namun luput dari pendataan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
"Iya, [itu] data perlintasan yang lama. Melintasnya terhitung karena memang perlintasan itu. Sampai sekarang belum tercatat lagi [keluar]," jelas Asep.
Di sisi lain, Jenderal Polisi bintang satu yang bertugas di KPK itu mengatakan bahwa Polri memiliki mekanisme kerja sama dengan Kepolisian di negara lain. KPK bisa ikut serta dalam kerja sama itu, khususnya untuk menangkap buron atau DPO lembaga tersebut.
Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Krishna Murti sebelumnya mengatakan bahwa Harun diketahui berada di dalam negeri berdasarkan data perlintasannya. Sebelumnya, mantan calon legislatif (caleg) PDIP itu sempat dikabarkan berada di Kamboja.
"Ada data perlintasannya yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan ada di dalam negeri," ujar Krishna usai bertemu dengan pimpinan dan pejabat struktural Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (7/8/2023).
Dia mengungkap bahwa data perlintasan yang dimiliki Polri itu menunjukkan bahwa Harun sempat keluar Indonesia, namun kembali lagi dalam jangka waktu sehari saja.
Akan tetapi, Jenderal Polisi bintang dua itu membantah apabila Harun Masiku keluar masuk Indonesia selama pelariannya.
"Setelah dia keluar dia balik lagi ke dalam. Jadi dia sebenarnya bersembunyi di dalam tidak seperti rumor," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Utang pemerintah per 31 Desember 2025 capai Rp9.637,9 triliun, rasio 40,46% PDB. SBN mendominasi 87% total utang.
Pemadaman listrik bergilir mengganggu aktivitas warga. Berikut lima gadget yang membantu tetap produktif saat listrik padam.
Daftar mobil paling andal 2026 dirilis. Lexus kembali memimpin, sementara Volkswagen mencatat tingkat kerusakan tertinggi.
BPS DIY memasukkan usaha online dalam Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan ekonomi digital yang berkembang pesat di Yogyakarta.
Penataan bantaran sungai di Bangunrejo, Tegalrejo, mulai menggerakkan UMKM dan kegiatan seni budaya sekaligus memperkuat ekonomi warga.
Said Iqbal mengungkap empat perusahaan terancam PHK massal akibat tekanan ekonomi global dan dampak perang Iran-AS-Israel.