Advertisement
Syarat Mutu Harus Dipenuhi untuk Membuat Sepatu Pengaman Ber-SNI
Foto ilustrasi sepatu. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Standarisasi Nasional (BSN) telah menerbitkan SNI untuk sepatu pengaman. Membuat sepatu pengaman yang sesuai SNI, terdapat berbagai persyaratan mutu yang harus dipenuhi.
“Prinsipnya, persyaratan mutu tersebut dimaksudkan untuk melindungi pekerja, jadi tidak seperti sepatu biasa, sesuai dengan namanya sepatu pengaman, maka sepatu harus benar-benar melindungi kaki pekerja dari risiko bahaya kecelakaan kerja,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama dan Layanan Informasi BSN, Zul Amri dalam rilis yang diterima Minggu (6/8/2023).
Advertisement
Dalam SNI 8877:2023 persyaratan mutu meliputi syarat uji organoleptik (uji yang dilakukan untuk mengukur penerimaan indera manusia terhadap sepatu), design, uji sepatu pengaman secara keseluruhan yang meliputi bagian atas, lapis bagian samping, lapis bagian depan, lidah sepatu (bagian di bawah tali sepatu) dan sol luar.
BACA JUGA : Uang Suap Dipakai Wali Kota Bandung untuk Beli Sepatu Branded
“Kekuatan sol sesuai SNI, harus kuat dan direkatkan sedemikian rupa sehingga sol tidak bisa dilepas atau rusak. Dari keseluruhan sepatu juga tidak boleh ada kebocoran udara, retakan, atau kerusakan fisik yang mempengaruhi unjuk kerja sepatu,” ujarnya.
Syarat mutu lainnya jika memenuhi yaitu sepatu harus lulus uji untuk ketahan tarik, sobek, putus, dan juga pengaruh abrasi atau air yang menyebabkan sepatu rusak atau bagian dalam sepatu menjadi basah. “Untuk itulah ketinggian minimum sepatu pengaman juga diatur dalam SNI,” katanya.
Salah satu sepatu pengaman yang telah mendapatkan sertifikasi SNI adalah unit yang diproduksi Alasmas dengan mereka Krusehers. Factory Manager PT. Alasmas Berkat Utama, Usman Wang menyatakan sangat konsen akan kualitas produk sesuai SNI. Ia mengklaim sepatu itu sangat andal dan nyaman digunakan.
“Kami memproduksi Krushers dengan memperhatikan syarat mutu SNI dan sentuhan inovasi yang ini belum tentu dimiliki produk serupa yang dihasilkan perusahaan lain,”ujarnya.
Dirancang menggunakan teknologi terbaru untuk memberikan perlindungan ekstra dan kenyamanan pada kaki saat bekerja di lingkungan atau situasi yang berisiko cedera. Selain itu dapat digunakan dalam berbagai industri seperti konstruksi, manufaktur, pertambangan, industri kimia, dan sektor-sektor lain di mana risiko cedera pada kaki sangat mungkin terjadi.
“Menggunakan pelindung jari kaki atau Toe Cap yang terbuat dari baja yang mampu melindungi dengan daya tahan pukul dengan energi 200 Joule dan ketahanan terhadap tekanan dengan beban 15 Kn,” katanya.
BACA JUGA : Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Ungkap Sisi Negatif Perdagangan Pakaian Bekas Impor
Selain itu menggunakan lapisan anti-tusuk sebagai tambahan di bagian tengah sol sepatu dengan daya tahan 1100 N untuk mencegah benda-benda tajam menembus sol dan melukai telapak kaki. Sol sepatu menggunakan Direct Injection PU TPU agar memiliki daya cengkeram yang baik di berbagai permukaan untuk mencegah pengguna tergelincir dan jatuh ketika berada di area yang licin atau basah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
THR Gunungkidul Aman, Tak Ada Aduan Masuk hingga Posko Ditutup
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Jelang EPA, PSS U19 Fokus Bangun Mental dan Kekompakan
- Kasus Kuota Haji Menguat, KPK Siapkan Pengumuman Penting Senin
- Baru Terima SK, Puluhan ASN Gunungkidul Diminta Turun ke Warga
- Pemerintah Berupaya BBM Subsidi Tetap Aman Saat Dunia Bergejolak
- Tubuh Sering Lelah Bisa Jadi Tanda Kurang Vitamin D
- Parkir Liar di Sirip Malioboro Picu Macet Parah saat Libur Lebaran
- Ferrari Tuduh Mercedes Gunakan Sayap Ilegal di Formula 1 2026
Advertisement
Advertisement







