Membelot dari Putin, Tentara Wagner Dihujani Tembakan Udara
Milisi Wagner kini tengah bergerak dari Rostov di Selatan menuju Moskow.
Arsip - Pekerja pencegahan pandemi berangkat untuk menjaga bangunan lokasi karantina karena wabah penyakit Covid-19 berlanjut di Beijing, 8 Desember 2022. REUTERS/Thomas Peter/File Foto
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Amerika Serikat (AS) tetap menaruh curiga terhadap Institut Virologi Wuhan sebagai pangkal pandemi Covid-19. Atas kesangsian itu, Pemerintahan Joe Biden pun menyetop hibah pendanaan.
Dikutip dari Bloomberg, Rabu (19/7/2023), Pemerintah AS secara resmi menutup akses pendanaan Institut Virologi Wuhan. Bagi AS, kelembagaan penelitian yang berada di China itu belum memberikan jawaban memuaskan terkait penyebab Covid-19.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS telah melayangkan surat resmi kepada institut yang berada di kota pertama pandemi Covid-19 berawal. Tinjauan HHS yang dimulai pada bulan September menimbulkan kekhawatiran bahwa fasilitas yang berbasis di Wuhan, tempat Covid pertama kali muncul, melanggar protokol keamanan hayati dan tidak mematuhi peraturan AS.
Hukuman tersebut adalah tindakan paling drastis yang diambil AS atas kegagalan laboratorium untuk membagikan informasi di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung tentang asal-usul Covid.
Tindakan tersebut menjamin bahwa lembaga penelitian global yang pernah dipuji secara internasional itu, tidak akan menerima lagi dana federal AS. Sebelumnya, Institut Virologi Wuhan telah menerima lebih dari US$1,4 juta dalam bentuk penghargaan federal, termasuk melalui subhibah dari National Institutes of Health sejak 2014.
Meskipun AS belum menemukan bukti konklusif bahwa virus tersebut muncul baik melalui penularan dari hewan ke manusia atau kecelakaan laboratorium, AS telah mengidentifikasi pelanggaran signifikan dalam protokol keselamatan dan keamanan di Institut Virologi Wuhan. AS juga menuduh China dan laboratorium menghalangi penyelidikan atas kekurangan tersebut.
Institut Virologi Wuhan dan kementerian luar negeri China tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait tudingan tersebut.
Pada 2014, NIH memberikan hibah kepada EcoHealth Alliance, sebuah organisasi yang berbasis di AS yang berfokus pada pencegahan penyakit menular, untuk “memahami risiko munculnya virus korona kelelawar.”
Institut Virologi Wuhan menerima subaward dari hibah itu, yang telah menghadapi pengawasan atas kekhawatiran mendukung apa yang disebut penelitian peningkatan fungsi, di mana patogen diubah untuk meningkatkan kemampuannya menyebabkan penyakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Milisi Wagner kini tengah bergerak dari Rostov di Selatan menuju Moskow.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jadwal lengkap Piala Dunia 2026 dikonversi ke waktu WIB. Simak jam tayang fase grup hingga final format baru 48 tim di AS, Meksiko, & Kanada di sini.
Pixar resmi bantah rumor Taylor Swift isi soundtrack Toy Story 5. Sutradara Andrew Stanton konfirmasi versi final lagu penutup bukan karya Swift.
AC Milan dikabarkan mengincar Matthias Jaissle sebagai pelatih baru usai perombakan besar klub. Nama Ralf Rangnick juga dikaitkan dengan proyek Rossoneri.
Hasil practice MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Fabio Di Giannantonio raih waktu tercepat di sesi penuh drama yang diwarnai dua kali red flag.