Advertisement
Tata Cara dan Niat Salat Iduladha Sendirian di Rumah
Salat, Salat Id- Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Meski salat Iduladha sangat dianjurkan dilakukan secara berjamaah, namun untuk melaksanakannya secara sendirian pun diperbolehkan.
BACA JUGA: Presiden Jokowi Dijadwalkan Salat Iduladha di Gedung Agung
Advertisement
Hal ini bisa terjadi bilamana terjadi kondisi darurat yang tidak memungkinkan dan harus dilaksanakan sendiri.
Mengutip laman NU Online, pelaksanaan salatdua rakaat ini pun memiliki syarat utama, yaitu harus dilakukan sebelum waktu Dzuhur pada hari ke-10 bulan Dzulhijjah.
Lantas, seperti apa tata cara salat Iduladha secara sendirian? Berikut ulasan Bisnis-Jaringan Harianjogja.com selengkapnya.
Rakaat Pertama
1. Niat
Niat ini sunnah untuk dilafalkan untuk membimbing hati membaca niat yang sama.
Ushallî sunnatan li ‘îdil adlhâ rak'taini lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah ta’ala
2. Niat tersebut dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram
Sebagaimana salat biasa, niat diiringi dengan membaca takbir, allâhu akbar, sembari mengangkat tangannya.
3. Membaca doa iftitah
4. Lanjutkan dengan takbir
Sebelum membaca Surat Al-Fatihah, shalat ini dilanjutkan dengan membaca takbir dengan mengangkat tangan sebanyak tujuh kali untuk rakaat pertama.
Di antara takbir-takbir itu dianjurkan membaca lafal berikut
Allahu akbar kabira walhamdu lilahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila
Artinya: “Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Atau boleh juga membaca:
Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.”
5. Setelah itu, barulah membaca Surat al-Fatihah
6. Berikutnya dianjutkan membaca surat Al-A’la
7. Ruku’ dan thuma’ninah, dilanjutkan dengan membaca tasbih tiga kali
Subhāna rabbiyal ‘azhīmi wa bi hamdih.
8. I’tidal, thuma’ninah, dan membaca kalimat berikut
Rabbanā lakal hamdu mil’as samāwāti wa mil’al ardhi wa mil’a mā syi’ta min syay’in ba‘du.
9. Sujud, thuma’ninah, dan membaca tasbih tiga kali
Subhāna rabbiyal a‘lā wa bi hamdih
10. Duduk di antara dua sujud dan membaca kalimat berikut
Rabbighfir lī, warhamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī.
11. Sujud lagi dan membaca tasbih tiga kali sebagaimana sebelumnya.
12. Berdiri untuk rakaat kedua
Rakaat Kedua
1. Takbir lima kali. Di antara takbir itu membaca seperti di atas
2. Membaca Surat Al-Fatihah
3. Membaca Surat al-Ghâsyiyah
4. Ruku’ dan thuma’ninah, dilanjutkan dengan membaca tasbih tiga kali
Subhāna rabbiyal ‘azhīmi wa bi hamdih.
5. I’tidal, thuma’ninah, dan membaca kalimat berikut
Rabbanā lakal hamdu mil’as samāwāti wa mil’al ardhi wa mil’a mā syi’ta min syay’in ba‘du
6. Sujud, thuma’ninah, dan membaca tasbih tiga kali.
Subhāna rabbiyal a‘lā wa bi hamdih.
7. Duduk di antara dua sujud dan membaca kalimat berikut
Rabbighfir lī, warhamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī.
8. Sujud lagi dan membaca tasbih tiga kali sebagaimana sebelumnya
9. Tasyahhud akhir
At-tahiyyātul mubārakātus shalawātut thayyibātu lillāh. As-salāmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh, as-salāmu ‘alaynā wa ‘alā ‘ibādillahis shālihīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh.
Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad, kamā shallayta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm; wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad, kamā bārakta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm. Fil ‘ālamīna innaka hamīdun majīd.
10. Salam
As-salāmu ‘alaikum wa rahmatullāh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Ini Penyebab Meninggalnya Tentara Indonesia di Lebanon
- Hasto-Wawan Apresiasi Penggerak Sampah Hingga UMKM
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Open House, Warga Rela Antre Demi Bersalaman dengan Sultan HB X
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
- Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Ternyata Warga Lendah Kulonprogo
Advertisement
Advertisement








