Tarif MDR QRIS untuk UMKM Naik, BI Klaim Tak Pengaruhi Jumlah Pengguna
Bank Indonesia (BI) menerapkan tarif QRIS 0,3 persen untuk para pedagang mulai 1 Juli 2023.
Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah./Jababeka.com
Harianjogja.com, SEMARANG—Isu relokasi dan ekspansi industri manufaktur dari wilayah Jawa Barat dan Banten ke Jawa Tengah sudah santer terdengar sejak awal 2023. Namun hingga kini, belum ada data pasti jumlah investor yang datang untuk merelokasi ataupun mengembangkan usahanya.
"Saya belum punya datanya, karena saya juga harus pastikan dulu juga, apakah yang rencana relokasi itu benar-benar merealisasikan rencananya. Karena sekali lagi, pemahaman apakah relokasi atau ekspansi itu juga harus dipastikan lagi," kata Ratna Kawuri, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, dikutip Jumat (19/5/2023).
BACA JUGA: Investasi Pasar Modal Jogja Capai 153.454 Investor Per Februari 2023
Ratna, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada Maret 2023 sempat mengungkapkan bahwa ada beberapa investor anyar yang masuk ke sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), garmen, serta alas kaki. Kabupaten Klaten, Kabupaten Batang, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kabupaten Brebes, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Semarang, serta Kabupaten Purbalingga menjadi daerah tujuan investasi.
Namun demikian, investor yang masuk dari Jawa Barat dan Banten itu belum bisa dipastikan apakah memang memboyong pabriknya dalam artian relokasi ataukah justru tengah melakukan ekspansi ke Jawa Tengah.
"Relokasi atau ekspansi adalah keputusan bisnis yang tentu mendasarkan pada pertimbangan bisnis mereka. Bahwa kalau keputusan itu terkait dengan pilihan lokasi, misal ke Jawa Tengah, tentu kami yang di Jawa Tengah juga akan merespon baik," ucap Ratna saat dihubungi JIBI.
BACA JUGA; Triwulan Pertama 2023, Realisasi Investasi di Kulonprogo Mencapai Rp122 Miliar
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Jawa Tengah, Frans Kongi, juga belum mempunyai data pasti terkait seberapa banyak investor anyar Jawa Tengah yang merelokasi ataupun memperluas usahanya. Namun demikian, sinyal relokasi dan ekspansi itu sudah mulai terlihat dengan terus bertambahnya anggota Apindo di Jawa Tengah.
"Konkritnya memang ada [relokasi dan ekspansi] dari Banten dan Jawa Barat. Memang ada, misalnya [di sektor] alas kaki, kemudian garmen juga begitu. Tetapi berapa banyak persis saya tidak tahu, dari Apindo tidak ada data. Tetapi anggota kita bertambah, di daerah Jepara, Pati, ini sudah berlangsung agak lama," kata Frans.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bank Indonesia (BI) menerapkan tarif QRIS 0,3 persen untuk para pedagang mulai 1 Juli 2023.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.