Advertisement
11 Desa di IKN Berharap Pergantian Status Tidak Merugikan
Titik Nol Nusantara berlokasi di sebagian wilayah di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Sebanyak 11 desa di IKN ingin pergantian status menjadi kelurahan tidak merugikan.Antara - Nyaman Bagus PurwaniawanÂ
Advertisement
Harianjogja.com, PENAJAM—Ibu Kota Negara (IKN) dibangun di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Sebanyak 11 desa di IKN berharap jika berganti status menjadi kelurahan, tidak ada yang dirugikan.
“Kami dukung penuh pembangunan IKN Indonesia baru di Kecamatan Sepaku," ujar Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (Adepsi) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kasiyono di Penajam, Kamis (4/5/2023)
Advertisement
Keberadaan IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku, lanjut dia, berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Provinsi Kalimantan Timur.
"Kami berharap desa tidak diubah status jadi kelurahan setelah IKN Indonesia resmi pindah di Kecamatan Sepaku," katanya.
Namun, selama ibu kota negara tidak ada lagi pemerintahan desa, sehingga 11 desa di Kecamatan Sepaku tersebut bisa berubah status menjadi kelurahan setelah ibu kota negara resmi dipindah.
"Kalau Pemerintah Pusat memutuskan tidak ada lagi desa, kami juga siap menerima keputusan itu sepanjang tidak merugikan kami yang saat ini sedang menjabat kepala desa," jelasnya.
Adepsi Kabupaten Penajam Paser Utara berharap seluruh perangkat desa dan BPD (badan permusyawaratan desa) di Kecamatan Sepaku tetap diberdayakan ketika desa beralih status menjadi desa.
Sampai saat ini Adepsi Kabupaten Penajam Paser Utara belum dapat pemberitahuan resmi dari Pemerintah maupun Otorita IKN terkait dengan penggantian status desa di IKN.
Namun, Kasiyono yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Wonosari di Kecamatan Sepaku tersebut, mengaku tetap menerima apabila pemerintah pusat mengalihkan status desa di IKN menjadi kelurahan. "Belum ada pemberitahuan sampai saat ini terkait nasib desa, apakah tetap jadi desa atau beralih jadi kelurahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Gudang Sampah di Bantul Terbakar Akibat Ditinggal Beli Makan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Gelangprojo Diperkuat, Kulonprogo-Purworejo Bidik KEK
- Omzet Pedagang Fasyen di Beringharjo Turun 50 Persen Saat Lebaran 2026
- Kunjungan Wisata Bantul Fluktuatif saat Libur Lebaran 2026
- Kunjungan Wisata Kraton Jogja Naik 20 Persen saat Libur Lebaran 2026
- Laka Laut di Pantai Selatan DIY Meningkat saat Lebaran, Korban Selamat
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- PHRI DIY Ungkap Okupansi Hotel di Jogja Turun Meski Musim Liburan
Advertisement
Advertisement







