Advertisement

Bentrok KKB Papua Vs TNI, 11 Fakta Terungkap Dalam Operasi Penyelamatan Pilot Susi Air

Nabil Syarifudin Al Faruq
Kamis, 20 April 2023 - 07:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Bentrok KKB Papua Vs TNI, 11 Fakta Terungkap Dalam Operasi Penyelamatan Pilot Susi Air Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono (dua kanan) tiba di Papua, Senin (17/4/2023), untuk memimpin evaluasi operasi pencarian dan penyelamatan pilot Susi Air yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. ANTARA - HO/Pusat Penerangan TNI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Bentrok antara pasukan TNI dan KKB Papua terjadi saat penyelamatan pilot Susi Air, Philip Mehrtens. Dalam operasi seorang anggota TNI gugur.

Seperti diketahui, penyerangan KKB terhadap TNI yang tengah melakukan operasi penyelamatan pilot Susi Air berlangsung pada Sabtu malam (15/4/2024). KKB menyerang tim gabungan Satgas Yonif R 321/GT dengan satuan lainnya.

Advertisement

Sekadar informasi, pilot Susi Air disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak tanggal 7 Februari lalu sesaat setelah mendaratkan pesawatnya di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga.

Berikut fakta penyerangan KKB terhadap TNI dalam perasi penyelamatan pilot Susi Air:

1. Satu prajurit TNI gugur

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamada Muda TNI Julius Widjojono mengatakan, dalam operasi penyelamatan pilot Susi Air baru mengantongi informasi satu prajurit gugur dalam peristiwa tersebut. Prajurit yang gugur bernama Pratu Miftakhul Arifin.

2. Jumlah korban lainnya belum terdeteksi

Julius juga menyampaikan bahwa pihaknya berjanji akan terus memberi informasi terbaru terkait jumlah korban dan kondisi di Nduga Papua. Jumlah korban masih belum bisa dideteksi. Pasalnya, TNI masih kesulitan mengetahui kondisi lokasi karena terhambat cuaca.

3. Operasi penyelamatan pilot Susi Air mengerucut

Kondisi Pilot Susi Air saat ini sudah diketahui areanya, operasinya sudah semakin mengerucut dan terfokus, hanya saja masih terhambat dengan kondisi cuaca.

Untuk menindaklanjuti operasi penyelamatan Pilot Susi Air tersebut, Panglima TNI menegaskan bahwa operasi tersebut akan ditingkatkan.

4. Cuaca jadi hambatan

Julius mengatakan operasi penyelamatan pilot Susi Air terkendala kondisi cuaca yang tidak menentu. Meskipun Kondisi pilot sudah diketahui areanya. Operasinya sudah semakin mengerucut dan terfokus.

5. Panglima TNI kirim bantuan tempur ke Papua

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono telah memerintahkan untuk tanpa ragu menindak gerombolan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua. TNI tidak akan mundur sejengkalpun dari aksi teror yang dilakukan oleh KKB Papua.

6. TNI harus evaluasi diri

Pengamat Intelijen dan Keamanan Ngasiman Djoyonegoro menilai gugurnya anggota TNI di Papua akibat serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) perlu menjadi perhatian dan evaluasi bagi TNI.

Menurut dia, sumber daya manusia (SDM) tempur TNI perlu dievaluasi secara lebih mendalam. Seharusnya korban jiwa bisa diminimalisir jika personel TNI siap tempur, terlebih yang menjadi korban adalah pasukan khusus.

Artinya, ada sistem yang tidak kuat dalam rekrutmen, penggemblengan, dan pembinaan personel, padahal kualitas personel merupakan cerminan kualitas dari proses.

7. KKB sebut 9 personel TNI gugur

Pihak KKB menyatakan, bahwa mereka telah membunuh 9 personel TNI sehari sebelumnya, Sabtu (15/4/2023), setelah pihak Jakarta tidak menanggapi permintaan negosiasi.

8. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) balas dendam

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom menyampaikan pesan bahwa pihaknya melakukan serangan pada Sabtu (15/4/2023), sebagai aksi balas dendam terhadap pasukan TNI-Polri yang menyerang warga sipil pada 23 Maret 2023.

Sambom menegaskan, bahwa akibat serangan terhadap warga sipil itu, maka pihaknya mulai membalas dendam.

“TNI dan Polri menyerang warga sipil pada 23 Maret. Karena itu pasukan TPNPB menyatakan akan membalas dendam dan itu sudah dimulai," katanya.

9. Panglima TNI kunjungi Papua

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono datang langsung ke Papua pada Senin (17/4/2023) untuk memimpin evaluasi operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pilot Susi Air yang disandera KKB sejak Februari 2023.

Evaluasi diikuti oleh Pangkogabwilhan III, Pangdam XVII/Cendrawasih, Komandan Koopsus TNI, Pangkoarmada III, dan Danrem 173, Danrem 174, Dansatgas BIN, Ketua Satgas Damai Cartenz Polri, Dansatgas Candraca, Asops Koopsud III, Dansatgas BAIS, Komandan Satuan Brimob Polri, dan Ketua Satgas Elang BIN.

10. KKB Papua biadab

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyampaikan gugurnya prajurit TNI AD dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 321/Galuh Taruna saat mengemban misi pembebasan pilot Susi Air di Nduga, Papua, membuktikan kebiadaban kelompok separatis teroris Papua atau KKB.

Oleh karena itu, Dudung memerintahkan jajarannya di TNI AD untuk terus bersiap mendukung segala operasi yang ditetapkan oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono.

11. KKB Papua bersedia lepaskan pilot Susi Air

Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey mengungkap isi pesan kelompok kriminal besenjata (KKB) setelah menyandera pilot Susi Air Philip Mehrtens.

Frits mengatakan dalam video yang telah beredar, KKB meminta TNI-Polri ditarik dari Bumi Cenderawasih.

"Selain itu KKB bersedia membebaskan pilot Philip melalui jalur diplomasi, sehingga kami meminta agar dalam operasi pembebasan pilot diutamakan negosiasi," ujarnya.

Menurut Ramandey, dengan ada ancaman serius terhadap hak hidup sandera dan dampak lainnya dapat mengganggu hak atas rasa aman warga di daerah tersebut, maka pihaknya meminta kepolisian daerah (Polda) setempat agar operasi pembebasan pilot Philip yang disandera oleh KKB di Kabupaten Nduga mengutamakan negosiasi demi keselamatan jiwa sang pilot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

KPU Sleman Tetapkan TPS Pilkada Sebanyak 1.727 Lokasi

Sleman
| Jum'at, 14 Juni 2024, 09:47 WIB

Advertisement

alt

Makan Murah di Jogja: Berburu Street Food di Kotabaru

Wisata
| Minggu, 09 Juni 2024, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement