Advertisement

3 Hal yang Bisa Kamu Lakukan dari Malioboro Hingga Alun-alun Sebelum dan Saat Lebaran

ST22
Senin, 17 April 2023 - 14:47 WIB
Jumali
3 Hal yang Bisa Kamu Lakukan dari Malioboro Hingga Alun-alun Sebelum dan Saat Lebaran Suasana Alun Alun Kidul Kota Jogja 14 Februari 2022 - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sumbu filosofis yang bermula dari Tugu Pal Putih atau lebih dikenal Tugu Jogja dan membentang ke Keraton kemudian berakhir di Panggung Krapyak. Tak ayal jika sepanjang sumbu filosofis menjadi pusat pariwisata Jogja, terutama kawasan Malioboro hingga Alun-Alun.

BACA JUGA: Perubahan Tugu Pal Putih

Advertisement

Meski sebagian besar pertokoan atau sejenisnya tutup dikawasan ini namun tak menghentikan niat sejuta umat yang ingin merasakan nuansa Jogja dari jantung kota. Berikut ada 3 hal yang bisa kamu lakukan dari Malioboro hingga Alun-Alun Kidul (Alkid) saat lebaran.

1. Menyaksikan keramaian Takbir keliling di Malioboro

Kumandang suara takbir di penghujung Ramadan menandakan Idul Fitri sudah didepan mata, tahun lalu kepadatan Jalan Malioboro semakin dimeriahkan oleh sejumlah anak muda yang sengaja melewati kawasan ini saat melakukan takbir keliling.

Selain di Malioboro masih berada dalam satu kawasan sumbu filosofis yakni Panggung Krapyak tepatnya di Masjid Jogokariyan yang sebulan penuh ramai karena bazar Ramadan, kajian, serta pembagian takjil untuk buka puasa gratis. Penghujung Ramadan pun tak kalah ramai dengan Takbir keliling yang wajib disaksikan secara langsung.

2. Salat Idul Fitri di Alun-alun Kidul

Sebelum alun-alun utara direvitalisasi biasanya salat Idul Fitri di lokasi tersebut namun kini salat Id sejak tahun lalu telah dialihkan ke alun-alun kidul. Mengingat jumlah jemaah yang membludak di tahun lalu, disarankan untuk datang lebih awal agar mendapat tempat terbaik sehingga salat pun jadi lebih khusyuk.

3. Upacara Grebeg Syawal

Satu tradisi unik yang hanya ada di Jogja usai melaksanakan Salat Idul Fitri atau pada tanggal 1 Syawal ialah Grebeg Syawal, dimana para abdi dalem Keraton akan mengarak Gunungan sebagai simbolisasi bentuk sedekah dari Sultan kepada rakyatnya.

Nantinya gunungan diarak dari dalam Keraton menuju Masjid Gedhe Kauman sebelum dibagikan ke masyarakat, gunungan berisi hasil bumi akan lebih dulu didoakan oleh penghulu, setelahnya masyarakat baru diperbolehkan untuk mengambil apapun yang ada di gunungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Revitalisasi Borobudur Akan Libatkan Unesco

Jogja
| Senin, 05 Juni 2023, 06:47 WIB

Advertisement

alt

Bukan Laut Mati, Ternyata Perairan Paling Asin di Bumi Ada di Kolam Ini

Wisata
| Minggu, 04 Juni 2023, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement