Harga Minyak Melejit, Pemerintah Siapkan Opsi WFH dan Hemat Rp80 T
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto./Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan negara lain bingung dengan situasi politik di Indonesia. Apalagi usai dirinya masuk ke dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Prabowo menjelaskan, dirinya merupakan musuh lama Jokowi. Memang, dalam dua ajang pemilihan presiden terakhir dirinya merupakan lawan Jokowi. Namun, usai Pilpres 2019, Prabowo akhirnya memutuskan bergabung dalam kabinet Jokowi.
“Negara lain bingung liat bangsa Indonesia. Bingung, ‘Bagaimana bisa dia rival, dia tokoh, kok begitu selesai pertandingan, kok jadi satu?’,” ujar Prabowo saat beri pidato dalam Muktamar Rabithah Melayu-Banjar di Tabalong, Kalimantan Selatan seperti yang disiarkan kanal YouTube Program TV Tabalog, Jumat (17/3/2023).
Dia berpendapat, di negara lain sangat sulit kejadian serupa terjadi. Prabowo mencontohkan Amerika Serikat, meski sering disebut sebagai percontohan negara demokrasi, namun permusuhan antar dua partai politik utama, Republik dan Demokrat, sangat terasa.
Baca juga: Diduga Stres, PNS di Bantul Tewas Gantung Diri
“Amerika Serikat saja yang katanya Mbah-nya demokrasi, lahirnya demokrasi, sekarang dua partai besar kalau masuk ruangan katanya lihat-lihatan, tidak mau duduk bersama,” ungkap Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Oleh sebab itu, Prabowo mengaku dirinya dan Jokowi ingin memberi contoh demokrasi ala Indonesia ke dunia. Dia mengklaim pilih bergabung dengan pemerintahan Jokowi demi kepentingan masyarakat banyak.
“Kita memberi contoh sekarang, banyak negara liat ke kita, kalau sudah untuk kepentingan rakyat, kalau sudah kepentingan bangsa dan negara, kita akan mengutamakan bangsa, negara, dan rakyat,” jelasnya.
Selama tiga tahun lebih jadi bawahan Jokowi, Prabowo mengaku tak menyesal. Menurutnya, banyak yang dia pelajari dari kepemimpinan Jokowi dalam hal mengurusi negara.
“Bukan saja saya merasa tidak salah, sekarang saya merasa bersyukur dan merasa bangga telah bergabung dengan Presiden Joko Widodo,” ungkapnya.
Sebagai mantan tentara, dirinya mengerti terkait pertempuran dan perang. Namun, terkait urusan negara dirinya masih awam. Prabowo pun mengira Jokowi ingin mengajarinya sehingga terus diajak melakukan kunjungan kerja bersama.
“Kalau urusan negara sekarang saya banyak belajar dari Pak Joko Widodo, karena itu mungkin beliau bawa saya ke mana-mana. Mungkin beliau mau didik saya, saya tidak tahu. Tapi kira-kira itu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Wakil Menlu Rusia menuding Pentagon memanfaatkan Starlink untuk campur tangan urusan dalam negeri negara lain melalui internet satelit.
Berikut daftar 10 PTS terbaik berakreditasi Unggul di Jogja yang masih membuka jalur mandiri usai hasil UTBK SNBT 2026.
PT JJC mencatat lonjakan kendaraan keluar Jakarta melalui Tol MBZ mencapai 125,73 persen pada H-1 Iduladha 2026.
Menlu Sugiono mendorong reformasi PBB dan Dewan Keamanan agar lebih relevan menghadapi konflik global dan tantangan dunia saat ini.
Istana menegaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari program Banpres untuk masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi.