Advertisement
Pemerintah Pangkas Target 1.000 Kilometer Jalan Tol Beroperasi di 2024
Jokowi Pangkas 1.000 Kilometer Target Jalan Tol Beroperasi 2024, Kenapa?. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan proyek Jalan Tol Gede Bage/Tasikmalaya/Cilacap (Getaci)mulai dibangun pada 2022 / Instagram BPJT.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memangkas target pembangunan jalan tol baru yang beroperasi hingga 2024 sekitar 1.000 kilometer.
Direktur Jenderal Bina Marga menjelaskan, dalam perancangan Rencana Strategis Nasional 2020–2024 kajian yang didapatkan untuk mengoperasikan jalan tol baru sepanjang 500 kilometer (km) per tahun.
Advertisement
Namun, realisasi pengoperasian jalan tol baru hanya tercatat sekitar 300 km–400 km per tahunnya. Menurutnya, pandemi Covid-19 telah melemahkan kemampuan badan usaha untuk menggenjot pembangunan jalan tol baru, sehingga realisasi yang dicatatkan berada di bawah target Renstra 2020–2024.
BACA JUGA : Jalan Umum ke Proyek Tol Jogja Solo Rusak Dilewati Truk Pengangkut Tanah
"Jadi tidak mungkin dalam kondisi seperti itu [pandemi Covid-19] melakukan dukungan pembangunan jalan tol, jadi kita agak sedikit lag akibat penurunan bisnis sebagai dampak adanya pembatasan-pembatasan pergerakan," ujar Hedy di Jakarta, Rabu (8/2/2023).
Adapun, Kementerian PUPR meproyeksikan total panjang pengoperasian jalan tol baru hingga 2024 hanya akan mencapai 1.405,6 km.
Dia memaparkan pada 2020 Kementerian PUPR telah mengoperasikan 246,12 km, lalu bertambah 122,84 km pada 2021, setahun kemudian bertambah 142,11 km, sedangkan pada tahun ini ditargetkan tambahan 509,1 km, dan 385,5 km pada 2024.
Jumlah tersebut masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dalam Renstra yang seharusnya mencapai 2.500 km atau terdapat selisih 1.000 km.
Dia mengungkapkan, sejumlah ruas jalan tol yang sebelumnya direncanakan terpaksa harus didepak dari daftar jalan tol yang dibangun.
BACA JUGA : Jalan Menuju Proyek Tol Jogja Solo Banyak Rusak, Bupati Panggil PT JMM
"Beberapa ruas misalnya target Sumatera 2024 kita berusaha untuk mencapai Betung, jadi yang Bengkulu kita setop Prabumulih-Muara Enim kita tunda, Siantar-Parapat ditunda, dan Aceh, karena capacity expands tidak memungkinkan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
- Judi Online Bali Dibongkar, Mahasiswi Terlibat Jaringan Kamboja
- Kecelakaan Kereta Bekasi Disorot Ombudsman RI
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kecelakaan Kereta Bekasi Disorot Ombudsman RI
- Duka Korban Kecelakaan KA Bekasi, Kisah Adelia dan Nurlaela
- Proyek Tol Jogja-Solo: Hindari Jalan Raya Cangkringan hingga 14 Mei
- Hasil TKA 2026 Diumumkan 24 Mei, Orang Tua Wajib Tahu Ini!
- Proyek PSEL Bantul Mandek, Dana Belum Turun
- 38 Persen Jalan Gunungkidul Rusak, Perbaikan Terkendala Dana
- Jadwal Terbaru KA Prameks Rabu 29 April 2026
Advertisement
Advertisement









