Advertisement
Bunuh Diri Setelah Lakukan Penembakan Massal, Pria Ini Pakai Senjata Semi Otomatis
Bunga dan lilin tersusun di luar pintu masuk Star Ballroom Dance Studio usai penembakan massal selama perayaan Tahun Baru Imlek di Monterey Park, California, AS, Senin (23/1/2023). - Reuters/David Swanson
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pria berusia 72 bernama Huu Can Tran bunuh diri di dalam van putih setelah melakukan penembakan massal di kelab malam Star Dance Ballroom Studio, Monterey Park, California. Kasus pembunuhan tersebut menewaskan 11 orang bersamaan dengan perayaan Imlek pada Sabtu (21/1/2023) malam waktu setempat.
Sebelum menembak dirinya sendiri atau 20 menit setelah penembakan di Monterey Park, Tran sempat memasuki Lai Lai Ballroom & Studio di dekat Alhambra berniat melancarkan aksi yang sama namun dihentikan dua orang warga di kelab yang melucuti senjatanya kemudian Tran melarikan diri.
Advertisement
Senjata api yang diambil dua orang warga Alhambra ialah pistol serbu semi-otomatis yang terpasang magasin tambahan. Senjata api khusus dengan magasin berkapasitas besar yang diperpanjang dapat memuat lebih dari 10 peluru dan ilegal untuk dimiliki di California.
Menurut Los Angeles County Sheriff Robert Luna mengidentifikasikan sebagai pistol MAC-10 9 mm semi otomatis, jenis pistol sipil senapan mesin ringan yang digunakan militer.
Baca juga: Gibran Ungkap Kaesang Pangarep Ingin Terjun ke Politik
Pistol tersebut akan menembakkan satu peluru dalam setiap tarikan pelatuk dan secara otomatis memuat peluru berikutnya dari magasin. Luna meyakini senjata serbu itu telah dimodifikasi.
Senjata berbeda yakni pistol Norinco 7,62 x 25 mm digunakan penembak untuk bunuh diri setelah melarikan diri dari ballroom. Sementara itu, tim penyelidik turut menemukan senapan kaliber .308 di rumah Tran berikut dengan ratusan butir amunisi.
Penemuan senjata masih belum menjawab motif tindakan Tran yang menewaskan enam wanita dan lima pria dengan kisaran usia 50 sampai 70-an, hingga sekarang kepolisian Los Angeles masih mencari motif insiden tersebut.
“Kami belum punya motifnya,” kata Luna, "Kami ingin tahu sebanyak kalian semua, dan kami bekerja sangat keras untuk mencapai itu."
Senin (23/1/2023) Kantor Koroner telah mengonfirmasi empat identitas korban jiwa antara lain seorang pria bernama Valentino Alvero, 68 dan tiga wanita My Nhan, 65; Lilan Li, 63; dan Xiujuan Yu, 57.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Gusti Putri Dorong Solidaritas Perempuan DIY Lewat Agenda Mbok Mlayu
- Mudik Kulonprogo 2026: BPBD Ingatkan Jalur Longsor dan Cuaca Ekstrem
- Stok BBM dan LPG di Kilang Balongan Aman Jelang Idulfitri 2026
- Melodia Ingin Jadi Rumah Kedua Musisi Jogja
- Sleman Siapkan Rp30 Miliar Bangun Gedung Baru Perpustakaan Daerah
- Jumlah Penumpang ASDP Diprediksi Melonjak 9,4 Persen saat Mudik 2026
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
Advertisement
Advertisement









