Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA — Isu reshuffle kabinet Indonesia Maju terus menjadi perbincangan banyak pihak. Pro dan kontra terhadap nama-nama yang bakal di-reshuffle pun kian santer.
Salah satunya adalah Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta yang menilai siapa pun menteri yang di-reshuffle, indikatornya hendaknya adalah prestasi.
“Sebenarnya, bukan kewenangan saya menanggapi soal reshuffle ya. Itu kewenangan Presiden. Saya hanya melihat dan menilai kinerja menteri yang terkait dengan bidang saya, kehutanan. Jadi Menteri Siti [Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya] memang bekerja sangat baik. Secara pribadi saya mengagumi beliau,” kata Sigit melalui rilis, Minggu (8/1/2023).
Sejauh ini, kata dia, kinerja Siti sangat bagus. Pasalnya, Siti dinilainya mampu menangani permasalah yang cukup berat yakni bidang lingkungan hidup dan bidang kehutanan.
Sigit memaparkan, banyak torehan prestasi yang telah didapat, banyak bukti seperti penanganan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla, penanganan isu lingkungan/emisi karbon yang telah dicarikan jalan keluarnya seperti FOLU NeT Sink 2030 dan lain-lainnya.
Lebih lanjut dikemukakan Sigit Sunarta, tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti dikemukakan Menteri LHK dalam paparan akhir tahun 2022 bahwa capaian kinerja KLHK tahun ini, di antaranya kebakaran hutan tidak ada yang signifikan muncul secara nasional karena dapat ditangani dengan baik.
"Hal yang sangat penting juga dalam kontek bidang kehutanan kata Sigit Sunarta deforestasi mendapat apresiasi tinggi dari dunia internasional, sebagai kita ketahui, laju deforestasi semakin menurun," ucap dia.
Menurut Sigit, di bawah pimpinan Siti, KLHK mampu menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca. Sebagaimana diketahui, pada COP 27 UNFCCC (dalam hal ini dibandingkan dengan COP 21, 2015), Indonesia berada di posisi puncak upayanya dengan instrumen diplomasi iklim yaitu FoLU Netsink 2030.
"Sebuah komitmen ambisius sekaligus realistis dalam penurunan emisi gas rumah kaca untuk sektor hutan sampai 2030."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.