JBBA 2026: Ekonomi Berkelanjutan Penting bagi Korporasi dan Instansi
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA — Isu reshuffle kabinet Indonesia Maju terus menjadi perbincangan banyak pihak. Pro dan kontra terhadap nama-nama yang bakal di-reshuffle pun kian santer.
Salah satunya adalah Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta yang menilai siapa pun menteri yang di-reshuffle, indikatornya hendaknya adalah prestasi.
“Sebenarnya, bukan kewenangan saya menanggapi soal reshuffle ya. Itu kewenangan Presiden. Saya hanya melihat dan menilai kinerja menteri yang terkait dengan bidang saya, kehutanan. Jadi Menteri Siti [Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya] memang bekerja sangat baik. Secara pribadi saya mengagumi beliau,” kata Sigit melalui rilis, Minggu (8/1/2023).
Sejauh ini, kata dia, kinerja Siti sangat bagus. Pasalnya, Siti dinilainya mampu menangani permasalah yang cukup berat yakni bidang lingkungan hidup dan bidang kehutanan.
Sigit memaparkan, banyak torehan prestasi yang telah didapat, banyak bukti seperti penanganan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla, penanganan isu lingkungan/emisi karbon yang telah dicarikan jalan keluarnya seperti FOLU NeT Sink 2030 dan lain-lainnya.
Lebih lanjut dikemukakan Sigit Sunarta, tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti dikemukakan Menteri LHK dalam paparan akhir tahun 2022 bahwa capaian kinerja KLHK tahun ini, di antaranya kebakaran hutan tidak ada yang signifikan muncul secara nasional karena dapat ditangani dengan baik.
"Hal yang sangat penting juga dalam kontek bidang kehutanan kata Sigit Sunarta deforestasi mendapat apresiasi tinggi dari dunia internasional, sebagai kita ketahui, laju deforestasi semakin menurun," ucap dia.
Menurut Sigit, di bawah pimpinan Siti, KLHK mampu menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca. Sebagaimana diketahui, pada COP 27 UNFCCC (dalam hal ini dibandingkan dengan COP 21, 2015), Indonesia berada di posisi puncak upayanya dengan instrumen diplomasi iklim yaitu FoLU Netsink 2030.
"Sebuah komitmen ambisius sekaligus realistis dalam penurunan emisi gas rumah kaca untuk sektor hutan sampai 2030."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jorge Jesus masih membuka peluang Cristiano Ronaldo kembali ke timnas Portugal setelah meninggalkan pemusatan latihan.
Harga emas Pegadaian hari ini 5 Oktober 2026 untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual dan buyback.
Prakiraan cuaca BMKG Senin didominasi hujan ringan dan berawan, dengan potensi gelombang 4 meter serta banjir rob.
HUT TNI ke-81, Prabowo memimpin upacara dan meresmikan 6 Kodam, 30 Brigif TP, 150 Yonif TP serta sejumlah satuan baru.
BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 kategori layanan dan kondisi pada 2026. Simak daftar lengkap serta pengecualiannya.