Advertisement

Gunung Marapi Erupsi, 40 Orang Pendaki Tengah Berkemah

Muhammad Noli Hendra
Sabtu, 07 Januari 2023 - 13:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Gunung Marapi Erupsi, 40 Orang Pendaki Tengah Berkemah Kondisi erupsi Gunung Merapi di Provinsi Sumatra Barat, Sabtu (7/1/2023) - Foto Warga

Advertisement

Harianjogja.com, PADANG—Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Marapi di Provinsi Sumatra Barat mengalami erupsi pada Sabtu (7/1/2023). Saat kejadian, 40 orang tengah berkemah.

Kepala Balai KSDA Sumbar Ardi Andono mengatakan 40 orang pendaki saat ini diimbau untuk turun dan telah dilarang mendekati kawah Gunung Marapi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Saat ini pendaki rata-rata berkemah di tebing batu bawah, dan kita sudah mengimbau agar tidak mendekati kawah pada radius lebih kurang 3 km," katanya, Sabtu (7/1/2023).

Artinya sebelum terjadi erupsi di Gunung Marapi itu belum ada satupun pendaki mencapai puncak atau mendekati kawah.

"Sebenarnya BKSDA telah memutuskan untuk menutup pendakian di Gunung Marapi jelang akhir tahun 2022," tegasnya.

Penutupan pendakian itu terhitung 30 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023. Artinya pada 3 Januari 2023, pendakian ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi kembali dibuka.

Dengan demikian saat ini para pendaki itu sudah diperbolehkan untuk berpetualang mendaki Gunung Merapi. Namun menyikapi kondisi erupsi, BKSDA menutup kembali pendakian TWA Gunung Marapi.

"Terkait kondisi 40 pendaki di Gunung Marapi, seluruh pendaki dalam kondisi baik-baik saja. Semoga bisa segera turun dan kembali ke rumah dengan selamat," harap Ardi.

"Saya menyatakan pendakian TWA Gunung Marapi kembali ditutup terhitung 7 Januari 2023 hingga waktu yang belum bisa ditentukan," sambungnya.

Sebelumnya, Pos Pengamatan merilis erupsi pertama terjadi pada pukul pukul 06.11 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 300 meter di atas puncak atau kurang lebih 3.191 mdpl.

PVMBG menjelaskan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 13.4 mm dan durasi lebih kurang 45 detik.

Erupsi kedua terpantau pada pukul 09.44 WIB dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 200 meter di atas puncak atau lebih kurang 3.091 mdpl.

Kolom abu teramati berwarna putih dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 2.4 mm dan durasi 109 detik.

Selanjutnya erupsi ketiga terjadi pada pukul 10.34 WIB kembali terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 250 meter di atas puncak atau lebih kurang 3141 mdpl. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pemimpin Pesantren Waria Shinta Ratri Dimakamkan di Pemakaman Keluarga

Jogja
| Rabu, 01 Februari 2023, 12:07 WIB

Advertisement

alt

Orang Jogja Wajib Tahu! Ini Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 10:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement