Advertisement

Gunakan Teknologi Modifikasi Cuaca, BMKG Sukses Cegah Hujan di Malam Tahun Baru

Newswire
Minggu, 01 Januari 2023 - 09:57 WIB
Sunartono
Gunakan Teknologi Modifikasi Cuaca, BMKG Sukses Cegah Hujan di Malam Tahun Baru Suasana pesta kembang api pergantian Tahun Baru 2019 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (31/12/2018). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Malam Tahun Baru 2023 di DKI Jakarta dan sekitarnya ditutup tanpa hujan deras meskipun sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah Jabodetabek tengah berada dalam situasi cuaca ekstrem. 

Sejak menjelang tutup tahun 2022 hingga pukul 00.00 WIB 1 Januari 2023 kembang api semarak menghiasi langit Ibu Kota.  Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan pencegahan hujan di Jabodetabek dilakukan dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sedikitnya 30 ton NaCl atau garam disemai menggunakan dua pesawat yaitu Pesawat Cassa 212 dan CN 295 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang

"Alhamdulillah, operasi TMC yang digelar untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat berjalan sesuai rencana dan bisa dikatakan berhasil, sehingga tidak terjadi hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek pada tanggal 30 Desember yang lalu, karena berhasil dikurangi intensitasnya," ujar Dwikorita di Jakarta, Sabtu (31/12/2022), mengutip Antara.

Adapun Operasi TMC itu merupakan hasil kolaborasi BMKG bersama BRIN, BNPB, TNI Angkatan Udara, Pemprov DKI dan Jabar, serta Kementerian Perhubungan tersebut mulai dilakukan sejak 29 Desember 2022.

Dwikorita mengatakan puluhan ton garam itu ditabur di langit wilayah Perairan Selat Sunda, berdekatan dengan Gunung Krakatau dengan ketinggian 10.000 kaki.

Awan-awan yang membawa hujan, kata dia, dihalangi agar tidak turun di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. "Garam-garam disebar dengan teknik penyebaran yang dilakukan secara manual pada koordinat yang telah ditentukan. Dengan begitu, hujan diturunkan di wilayah laut sehingga tidak sempat masuk daratan," tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, operasi TMC sedang diupayakan dilakukan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dwikorita menyampaikan, sejak 21 Desember BMKG telah merilis adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam sepekan hingga tanggal 1 Januari 2023 di wilayah Jabodetabek.

Selain Jabodetabek, daerah yang perlu diwaspadai terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat adalah Banten bagian barat dan selatan, Jawa Barat bagian tengah dan utara, Jawa Tengah bagian utara, Jawa Timur bagian utara, Bali, NTB, dan NTT.

Dwikorita mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun siaga dan waspada terhadap cuaca ekstrem dengan terus memonitor perkembangan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG melalui berbagai media dan kanal resmi BMKG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Kejari Selidiki Dugaan Korupsi Hibah Pariwisata Rp10 Miliar, Begini Bantahan Dispar Sleman

Sleman
| Kamis, 09 Februari 2023, 15:47 WIB

Advertisement

alt

Hyatt Regency Yogyakarta Hadirkan Sunday Brunch dengan Live Painting

Wisata
| Kamis, 09 Februari 2023, 15:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement