Advertisement
Kapolri Ungkap 48 Orang Meninggal Akibat Ulah KKB Papua di 2022
Petugas menurunkan kantong jenazah korban pembantaian oleh KKB dari pesawat Rimbun Air PK-OTJ untuk dibawa ke mobil ambulans di Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin (7/3 - 2022).
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan sebanyak 48 orang meninggal dunia akibat ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sepanjang 2022.
"Sepanjang 2022 terdapat 90 kali aksi KKB dan KKP yang mengakibatkan 48 orang meninggal," kata Listyo dalam agenda rilis akhir tahun 2022, Sabtu (31/12/2022).
Advertisement
Listyo memperinci, ke-48 korban itu terdiri dari 35 masyarakat biasa, 10 personel TNI, serta tiga personel Polri. "Serta 27 orang korban luka-luka yakni, 10 masyarakat, 14 TNI, dan tiga Polri," ucap Listyo.
BACA JUGA : 11 Korban Tewas dan Luka-Luka Kekejaman KKB Egianus
Listyo mengungkapkan sepanjang 2022 pihaknya melakukan penegakan hukum terkait dengan KKB. sejauh ini Polri telah menindak 57 orang terkait dengan KKB.
Adapun, rinciannya yakni, 12 KKB, 30 simpatisan, delapan KKP, enam penyuplai senjata, dan satu pelaku tindak pidana. Dia juga menyebut Polri berhasil mengamankan satu senjata dan 183 amunisi.
Listyo memastikan pihaknya tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dalam melakukan penegakan hukum.
Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin sempat meminta Panglima TNI Laksamana Yudo Margono bertindak tegas kepada kelompok kriminal bersenjata di Papua. Wapres menyampaikan itu saat memberi arahan kepada Yudo Margono yang baru saja dilantik pada Senin (19/12/2022) di Istana Negara Jakarta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Salah satu arahan yang disampaikan Wakil Kepala Negara itu adalah terkait konflik di Papua, orang nomor dua di Indonesia menekankan pentingnya pendekatan humanis.
BACA JUGA : KKB Papua Serang Koramil Suru-Suru, Seorang Prajurit Gugur
“Ya, seperti yang sudah disampaikan oleh Presiden juga dalam pertemuan di rapat koordinasi tentang Papua, pemerintah memang mendorong agar tetap melakukan pendekatan yang humanis, membangun melalui pendekatan teritorial dengan penegakan hukum,” ujarnya di Istana Wakil Presiden, Selasa (20/12/2022).
Lebih lanjut, dia mengatakan selain melalui pendekatan humanis, juga perlu bagi Yudo Margono agar disertai dengan ketegasan untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan di Papua, utamanya yang berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata.
“Namun, perlu diingat karena banyaknya masih adanya kekerasan-kekerasan yang dilakukan oleh pihak KKB, mungkin ada langkah-langkah yang lebih tegas lagi di dalam menghadapi itu memang disuarakan oleh banyak pihak untuk menjaga dan melindungi masyarakat di Papua,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Bawa Tikar Sendiri di Pantai Krakal Diminta Bayar, Ini Kata Pemkab
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
Advertisement
Advertisement








