Advertisement

Nekat! Golkar Tetap Usung Airlangga di Pilpres 2024, Meskipun Elektabiltasnya Jeblok

Surya Dua Artha Simanjuntak
Sabtu, 24 Desember 2022 - 07:27 WIB
Jumali
Nekat! Golkar Tetap Usung Airlangga di Pilpres 2024, Meskipun Elektabiltasnya Jeblok Airlangga Hartarto. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Politisi Partai Golkar Maman Abdurrahman mengatakan pihaknya tak akan ambil pusing meski elektabilitas ketua umumnya, Airlangga Hartarto, masih rendah.

BACA JUGA: Golkar Tidak Sembrono Usung Calon Presiden di 2024

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Maman mengatakan Golkar masih konsisten mengusung Airlangga untuk jadi calon presiden. Dia pun mengakui jika beberapa hasil survei menunjukkan elektabilitas Airlangga masih kecil.

Meski begitu, Maman menegaskan ada dua aspek yang menentukan dalam mengusung sebuah capres, yaitu aspek formal dan non-formal.

“Aspek formal itu dukungan partai bahwa presidential threshold 20 persen. Saya pikir pegangan kita di situ dulu. Syarat non-formalnya apa? Ini yang tadi disebut, elektabilitas, survei-survei ini,” jelas Maman saat ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta, Jumat (23/12/2022).

Oleh sebab itu, lanjutnya, hasil-hasil survei bukan jadi rujukan satu-satunya Golkar dalam menentukan capres. Sebaliknya, dia berpendapat percuma bagi seorang tokoh jika punya elektabilitas tinggi tapi tak punya tiket dari partai politik.

“Untuk maju sebagai calon presiden kan harus punya tiket. Kami dari Partai Golkar sudah punya tiket kurang lebih berapa belas persen [14,78 persen], tinggal nanti kita cari dukungan partai lain,” ungkap ketua DPD Golkar Kalimantan Barat itu.

Bahkan, Maman mengatakan mengaku tak khawatir meski elektabilitas nama-nama capres potensial lainnya seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto jauh lebih tinggi dari Airlangga.

“Jadi sekarang mau bilang nanti Mas Ganjar surveinya 100 persen pun, Mas Anies surveinya 1000 persen, Pak Prabowo surveinya 500 persen, tapi kalo enggak ada dukungan partai? Jadi bagi saya pegangannya di situ saja, aspek formalnya saja,” jelas anggota Komisi VII DPR.

Sebagai informasi, Airlangga hanya memperoleh suara 2,6 persen dalam survei Poltracking Indonesia pada Desember 2022. Bahkan, hasil yang lebih rendah ditunjukkan survei Charta Politika pada Desember 2022, yang mana Airlangga hanya mendapatkan 0,7 persen suara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 2 Februari 2023

Jogja
| Kamis, 02 Februari 2023, 04:57 WIB

Advertisement

alt

Seru! Ini Detail Paket Wisata Pre-Tour & Post Tour yang Ditawarkan untuk Delegasi ATF 2023

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement