Advertisement

Tebing di Alur Sungai Gunung Merapi Longsor, 2 Orang Meninggal

Taufik Sidiq Prakoso
Rabu, 21 Desember 2022 - 16:12 WIB
Budi Cahyana
Tebing di Alur Sungai Gunung Merapi Longsor, 2 Orang Meninggal Ekskavator dikerahkan untuk mengevakuasi truk tertimpa longsor tebing Kali Woro di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Rabu (21/12/2022). - Istimewa/Polsek Kemalang

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN—Dua truk tertimpa longsor tebing setinggi 75 meter di Kali Woro, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Rabu (21/12/2022) siang. Akibat insiden di aliran pasir Merapi tersebut, dua orang meninggal dunia.

Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo, menjelaskan tebing Kali Woro longsor pada Rabu sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, ada tiga truk yang melintas di alur sungai. Ketiga truk akan mengambil pasir Merapi dari lokasi penambangan manual atau tradisional.Tiba-tiba, tebing sungai dengan ketinggian sekitar 75 meter dari arah Desa Balerante longsor.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Dua truk tertimpa longsor dan satu truk selamat [tidak terkena longsor],” kata dia.

Alat berat berupa ekskavator dikerahkan untuk mengevakuasi truk beserta sopir yang tertimbun longsor. Lantaran kondisi medan yang berat, ekskavator baru bisa menjangkau lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 12.30 WIB.

“Tepat di bawah tebing longsor itu tidak ada aktivitas penambangan. Truk saat itu sedang melintas dan tiba-tiba tebing longsor,” ungkap dia.

Setelah dievakuasi, kedua korban langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Sementara, truk ringsek lantaran tertimpa material tebing sungai yang longsor.

BACA JUGA: Anak di Sleman yang Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar Kini Membaik

Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, mengimbau para penambang pasir manual atau pengemudi truk memperhatikan kondisi di sekitar wilayah mereka.

“Kondisi sekitar lokasi berupa pasir memiliki risiko longsor yang bisa sewaktu-waktu terjadi. Selain itu kami mengimbau para penambang pasir manual atau sopir truk memperhatikan kondisi cuaca. Ketika hujan deras dalam durasi lama akan berisiko longsor dan mungkin terjadi lahar hujan. Sehingga kondisi-kondisi ini perlu dipahami dan perlu koordinasi atau memperhatikan imbauan dari sukarelawan yang ada di desa setempat,” kata Nur.

Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu, menjelaskan lokasi tebing Kali Woro yang longsor berada di sisi barat atau tepatnya di Dukuh Ngipiksari, Desa Balerante. Di bawah tebing itu ada aktivitas penambangan tradisional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Padat Karya Bantul Berdayakan Warga Miskin di 70 Kalurahan

Bantul
| Kamis, 09 Februari 2023, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement