Advertisement
Mantan Presiden China, Jiang Zemin Meninggal Dunia Pagi Ini
Tentara China bergantian jaga di depan potret mantan pemimpin China Mao Zedong di Tiananmen Square, Beijing, China, Selasa (7/5/2019). - Reuters/Thomas Peter
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Mantan Presiden China, Jiang Zemin, di era transformasi dari akhir 1980-an meninggal dunia pada Rabu (30/11/2022) pada usia 96 tahun.
Badan-badan utama di Partai Komunis China (PKC) yang berkuasa mengumumkan kematiannya melalui surat yang menyatakan pihaknya merasakan kesedihan yang mendalam.
Advertisement
"Jiang Zemin meninggal dunia karena leukemia dan kegagalan banyak organ, di Shanghai pada pukul 12.13 siang 30 November 2022, pada usia 96 tahun, diumumkan pada hari Rabu," kata kantor berita China, Xinhua.
PKC dalam suratnya mengatakan bahwa kematian Jiang Zemin terjadi usai semua perawatan medis yang telah dilakukan gagal menyelamatkannya. "Kamerad Jiang Zemin adalah seorang pemimpin yang luar biasa seorang Marxis yang hebat, seorang revolusioner proletar yang hebat, negarawan, ahli strategi militer dan diplomat, seorang pejuang komunis yang telah lama teruji, dan seorang pemimpin yang luar biasa dari tujuan besar sosialisme dengan karakteristik Tiongkok," tulis dalam surat itu.
Kematian Jiang Zemin terjadi saat China mengalami gejolak protes anti-lockdown yang paling luas sejak unjuk rasa pro-demokrasi 1989.
Adapun kekhawatiran atas kesehatan Jiang Zemin meningkat pada saat dia tidak menghadiri upacara pembukaan atau penutupan Kongres Partai Komunis pada bulan lalu, di mana Xi diberikan masa jabatan ketiga yang bersejarah.
Lebih lanjut, untuk memperingati kematian Jiang Zemin bendera akan dikibarkan setengah tiang di gedung-gedung pemerintah China sampai pemakaman, seperti dilansir dari CNA, Kamis (1/12/2022).
Situs web media pemerintah China berubah menjadi hitam-putih, dan mereka mengunggah foto hitam-putih dengan bunga krisan di akun resmi mereka di platform media sosial Weibo.
Meski begitu, peninggalan Jiang Zemin tetap beragam dan dikritik banyak pihak. Dia dituduh gagal menyelesaikan masalah baru yang diciptakan oleh kebangkitan ekonomi China.
Pada saat ia menjabat, korupsi dan ketidaksetaraan merajalela, degradasi lingkungan dan reformasi sektor negara yang menyebabkan PHK massal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tumpukan Sampah Liar di Jalan Kusumanegara, Satpol PP Diminta OTT
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
- Polisi Gagalkan Balap Liar di Jalan Lawu Karanganyar, Sita 8 Motor
- Sosok Maduro, Ditangkap Pasukan AS, Operasi Militer Guncang Caracas
- Persita Tekuk Persis 3-1, Laskar Sambernyawa Kian Terpuruk
- Rotasi Awal 2026, OPD Kulonprogo Kini Diisi Pejabat Definitif
- SBY Dituding Bermain di Isu Ijazah Jokowi, Demokrat: Awas Risiko Hukum
- Puluhan Petugas TPR Pantai di Gunungkidul Diganti, Begini Alasannya
- ASDP Layani 647 Ribu Penumpang di Bakauheni-Merak
Advertisement
Advertisement



