Operasional KA Pangrango Terganggu Longsor, KAI Klaim Ganti 60% Tiket
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Bir pletok/youtube.com
Harianjogja.com, JAKARTA--Dua hari sebelum dimulai, FIFA mengumumkan bir tidak akan dijual di sekitar stadion-stadion Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pelarangan bir pada Piala Dunia tahun ini tentu diprotes oleh banyak pihak, terlebih, banyak pihak yang menganggap keputusan ini terlalu mendadak.
Sama seperti Indonesia, Qatar merupakan negara dengan mayoritas penduduk memeluk agama Islam. Namun, di Indonesia ada beberapa ‘bir’ yang tidak dilarang dan boleh dikonsumsi bahkan oleh orang muslim sekaligus.
Masyarakat yang tinggal di Jakarta mungkin tidak akan asing lagi dengan bir yang satu ini. Pasalnya bir ini kerapkali nangkring di acara-acara kedaerahan Provinsi DKI Jakarta.
Mengutip laman resmi Pemerintah Tangerang Kota, bir pletok merupakan minuman khas Betawi yang bebas akan alkohol. Minuman ini yang terbuat dari jahe dan rempah-rempah lainnya ini bermanfaat untuk menghangatkan dan menyehatkan tubuh.
Mengutip laman Kebudayaan Kemendikbud, bir pletok sudah dikenal sejak zaman Belanda. Masyarakat Betawi biasanya menikmati bir pletok ketika cuaca sedang dingin ataupun pada malam hari.
Seduhan rempah-rempah jahe, jeruk nipis, cengkeh, kapulaga, kayu manis, alang-alang, dan gula batu ini disebut bir karena mirip dengan bir. Namun, bir jawa tidaklah membuat penikmatnya mabuk.
Mengutip laman Kebudayaan Kemendikbud, sama seperti bir pletok yang juga terbuat dari jahe, bir ini berkhasiat untuk menghangatkan tubuh, menjaga kesegaran tubuh juga memperlancar peredaran darah.
Bir jawa juga mempunyai peran dalam masa sebelum Indonesia merdeka, yaitu digunakan sebagai alat diplomasi Istana Yogyakarta pada masa itu. Hal ini lantaran harga bir yang diimpor dari Belanda yang cenderung mahal, kemudian dibuatlah bir dari bahan rempah yang tidak memabukkan.
Selain itu, pada tahun 2018 lalu, bir jawa termasuk dalam 3 minuman yang paling laris saat Asian Para Games. Bir pletok bersama dengan minuman tradisional Indonesia lain termasuk wedang uwuh dan guhe disediakan oleh Kemendikbud dalam rangka Asian Para Games di Wisma Kemayoran selama pada 6 – 13 Oktober 2018 lalu.
Coffee beer merupakan minuman khas asal Jombang, Jawa Timur. Meskipun namanya bir, tetapi sama seperti bir pletok dan bir jawa, bir kopi tidaklah memabukkan.
Melalui laman Instagram pribadinya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, meskipun Coffee beer memiliki kemasan yang gelap khas penyajian produk bir beralkohol, tetapi Coffee beer tidak mengandung alkohol dan halal.
“Kalau Jakarta punya bir pletok, maka Jawa Timur punya Coffee Beer. Meski ada embel-embel “bir” dan dikemas dalam botol kaca gelap, minuman asal Jombang ini dijamin halal karena tidak mengandung sedikit pun alkohol,” tulis Khofifah.
Selain itu, Khofifah juga menyebut, rasa Coffee beer ini manis dan menyegarkan. Cocok dinikmati dengan es batu dikala cuaca panas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.