Prabowo Perkuat Penanganan Karhutla dengan 17 Pesawat Water Bombing
Prabowo menambah 17 pesawat water bombing, 1.500 personel, serta 200 pompa untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.
Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko (Ist)
Harianjogja.com, JAKARTA – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan ada potensi ancaman non-militer yang bisa terjadi di Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 Bali.
BACA JUGA : Indonesia Hadapi Ujian Berat
Meski demikian, dia tak khawatir karena Indonesia sudah banyak pengalaman untuk melakukan keamanan di sejumlah agenda internasional. Salah satunya, saat dirinya masih menjabat sebagai panglima TNI dalam melakukan pengamanan dalam agenda Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
“Dari sisi keamanan saya kita, kita sudah sangat paham. Saya lihat untuk pergelaran [agenda internasional] kekuatan kita cukup memadai, komunikasi dengan satuan keamanan yang dibawa oleh Kepala Negara Luar Negeri juga sudah berjalan baik, sehingga saya harapkan tidak ada persoalan yang signifikan,” tuturnya saat ditemui di Bali International Convention Centre, Minggu (13/11/2022).
Meski begitu, dia mengatakan bahwa tentunya Pemerintah akan tetap antisipatif, khususnya terhadap potensi ancaman yang ada.
Salah satunya, dia mengatakan ancaman bersifat tidak langsung (undirect violence).
“Kalaupun ada potensi-potensi ancaman, [mungkin] yang berpeluang bersifat undirect ya, biasanya ancaman non-militer, tetapi potensi ini yang juga sudah kami persiapkan peta pergerakan kelompok-kelompok itu yang selama ini diwaspadai oleh aparat keamanan, dari kelompok-kelompok teroris sudah kami baca semua potensinya, kami berharap pelaksanaan ini semunya bisa lancar,” katanya.
Di sisi lain, Moeldoko juga menyebutkan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas sekaligus memudahkan mobilitas para delegasi dan kepala negara agar tidak terjebak kemacetan, maka diterapkan sejumlah kebijakan.
Selain memutuskan penerapkan skema rekayasa lalu lintas ganjil genap dan pembatasan operasional angkutan barang. Juga tengah diwacanakan untuk melakukan clear area untuk jalur lintasan Delegasi menuju lokasi acara.
“Ya, saya pikir jauh hari ini sudah dipikirkan [clear area]. Ya, saya pikir jauh hari ini sudah dipikirkan, handicap dari perjalanan sudah dipikirkan, jalan sudah diperlancar. Kalau pun ada kemacetan itu nanti dinamika di lapangan tapi semua sudah terencana sehingga menurut saya itu merupakan hal kecil,” imbuhnya.
Apalagi, Moeldoko melanjutkan The Apurva Kempinski memiliki ruang manuver yang padat sehingga diakuinya lokasi tersebut menjadi salah satu titik kemacetan.
“Karena dari awal sudah kita waspadai Apurva itu ruang manuvernya ya agak sempit. dari awal sudah kita waspadai itu. Saya pikir aparat sudah bekerja dengan baik untuk mengurai kemacetan,” pungkas Moeldoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Prabowo menambah 17 pesawat water bombing, 1.500 personel, serta 200 pompa untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.
NNSiDE by Meliá Yogyakarta resmi memulai pembangunan ballroom baru melalui prosesi Groundbreaking Ceremony yang digelar pada Kamis (27/8).
Vietnam menyiapkan visa preferensial bagi wisatawan asing yang banyak belanja dan tinggal lebih lama. Simak target pariwisata Vietnam hingga 2030.
Kamboja menutup lebih dari 700 kompleks penipuan online dan menangkap hampir 30.000 tersangka dalam operasi pemberantasan selama setahun terakhir.
Mario Aji menunjukkan peningkatan signifikan pada Practice Moto2 Aragon 2026 dengan finis di posisi ke-17 setelah sebelumnya berada di peringkat ke-27 pada FP1.
Kita harapkan Pemkot Yogyakarta dapat menyiapkan menu Mustika Rasa guna atasi stunting di Yogyakarta