MBG di Daerah 3T Tak Butuh Dapur Baru, BGN Siapkan Kantin Sekolah
BGN mengkaji pemanfaatan kantin sekolah dan dapur umum untuk Program Makan Bergizi Gratis di daerah 3T tanpa membangun dapur baru.
Presiden Prabowo Subianto. - ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun ke depan sebagai strategi memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Program tersebut juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti SPBU khusus nelayan, instalasi es batu, hingga cold storage.
Rencana pembangunan desa nelayan itu disampaikan Prabowo saat pidato perdana dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Pemerintah akan intervensi, akan melakukan upaya besar. Kita akan membangun dalam tiga tahun yang akan datang 5.000 desa nelayan,” ujar Prabowo.
Dia menjelaskan, pemerintah mulai merealisasikan program tersebut pada 2026 dengan target pembangunan sebanyak 1.386 desa nelayan sebagai tahap awal.
Menurut Prabowo, hingga kini nelayan di berbagai daerah masih menghadapi kesulitan memperoleh kebutuhan dasar untuk aktivitas melaut, termasuk es batu dan bahan bakar solar.
“Sekarang nelayan-nelayan kita sulit mendapat es batu, es batu saja mereka sulit untuk mendapatkan. Apalagi solar yang mereka butuh,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah akan membangun berbagai fasilitas penunjang di setiap desa nelayan. Fasilitas itu meliputi instalasi pembuat es batu, ruang pendingin atau cold storage, serta stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan.
“Kita akan menjamin tiap nelayan bisa punya es batu. Kita akan membuat instalasi pembuat es batu di tiap desa nelayan,” ujarnya.
Prabowo menilai keberadaan fasilitas tersebut penting untuk meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat rantai distribusi hasil tangkapan ikan agar kualitasnya tetap terjaga saat dipasarkan.
“Kita akan membuat instalasi pembuat es batu di tiap desa nelayan. Kita akan membuat ruang cold storage pendingin di setiap desa nelayan. Dan kita akan membuat SPBU khusus untuk nelayan di setiap desa nelayan,” tutur Prabowo.
Selain fokus pada pembangunan desa nelayan, Prabowo dalam pidatonya juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut dia, kualitas pendidikan nasional sangat dipengaruhi kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Guru-guru yang berkualitas, guru-guru yang semangat, guru-guru yang gembira, guru-guru yang bisa menjadi contoh bagi generasi penerus bangsa,” ujar Prabowo.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan penguatan jaringan perlindungan sosial agar masyarakat lanjut usia dapat menjalani kehidupan yang lebih tenang dan sejahtera.
Prabowo menegaskan pemerintah ingin menghadirkan Indonesia yang damai, makmur, dan berkeadilan, termasuk memastikan hukum berlaku setara bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan kekuatan ekonomi maupun status sosial.
“Jangan hukum yang adil hanya untuk mereka yang kuat, yang punya uang banyak,” tandas Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
BGN mengkaji pemanfaatan kantin sekolah dan dapur umum untuk Program Makan Bergizi Gratis di daerah 3T tanpa membangun dapur baru.
Cek jadwal KA Bandara YIA Xpress Minggu 5 Juli 2026 rute Stasiun Tugu Yogyakarta-Bandara YIA lengkap dengan tarif dan waktu perjalanan.
Maroko mengalahkan Kanada 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Azzedine Ounahi mencetak dua gol untuk membawa Singa Atlas ke perempat final.
Prakiraan cuaca DIY 5 Juli 2026 didominasi cerah. Kulon Progo berawan, suhu 20-30 derajat Celsius dengan kelembapan hingga 99 persen.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
KWT Sleman dilatih mengembangkan pangan fungsional berbasis pandan dan cabai menjadi produk bernilai tambah untuk meningkatkan ekonomi keluarga.