Advertisement

Puncak Lonjakan Kasus Covid-19 Subvarian XBB Diprediksi Januari 2023

Szalma Fatimarahma
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 15:27 WIB
Budi Cahyana
Puncak Lonjakan Kasus Covid-19 Subvarian XBB Diprediksi Januari 2023 Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito - www.covid19.go.id

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memprediksi subvarian baru Omicron XBB akan memicu lonjakan kasus Covid-19 sejak akhir 2022. Puncak lonjakan kasus diperkirakan pada Januari 2023. 

Wiku menerangkan bahwa, prediksi tersebut bahkan telah dikemukakan oleh sejumlah ahli asal Amerika Serikat (AS) hingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).  "Berbagai ahli di AS maupun WHO menyebut bahwa, subvarian XBB bisa memicu lonjakan kasus di akhir tahun dan puncaknya bulan Januari 2023," terang Wiku dikutip dari kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (28/10/2022). 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Menurut Wiku, temuan subvarian XBB memang diduga sebagai penyebab dari melonjaknya kasus mingguan Covid-19 di sejumlah negara di Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. 

Dalam dua minggu terakhir, ujar Wiku, kasus mingguan Covid-19 di Singapura bahkan naik hingga 34 persen. Adapun, lonjakan kasus secara signifikan juga terjadi di sejumlah negara di Eropa, seperti Jerman dan Perancis. "Lonjakan ini berkaitan dengan munculnya subvarian XBB di beberapa negara di dunia dan diprediksi akan menjadi subvarian penyebab kembalinya lonjakan kasus Covid-19," ujar Wiku. 

BACA JUGA: Janji Iklim Tak Memadai, PBB Sebut Suhu Bumi Akan Naik 2,8 Derajat Celcius

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa, pihaknya juga telah mendeteksi penyebaran subvarian XBB di Indonesia. Hingga saat ini, setidaknya terdapat empat kasus Covid-19 yang disebabkan oleh subvarian XBB. 

Kemenkes juga menduga bahwa, subvarian baru ini akan berpeluang menular lebih cepat jika dibandingkan dengan subvarian sebelumnya, yakni varian BA.5 dan BA.2.  XBB diperkirakan 0,79 kali lebih cepat menyebabkan penularan dibandingkan varian BA.5 dan 0,46 kali varian BA.2. 

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Denhanud 474 Kopasgat Pastikan Kesiapan Penanggulangan Bencana

Sleman
| Minggu, 27 November 2022, 01:37 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement