Advertisement
Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak Tidak Disebabkan Covid-19 dan Vaksin
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa penyakit gagal ginjal akut pada anak tidak ada kaitannya dengan vaksinasi maupun infeksi Covid-19.
''Sampai saat ini kejadian gagal ginjal akut tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid 19 maupun infeksi Covid-19,'' kata dr. M Syahril, Juru Bicara Kementerian Kesehatan.
Advertisement
Alasannya, katanya, karena gagal ginjal akut ini menyerang anak di bawah usia 5 tahun. Sedangkan vaksin belum diberikan pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.
"Kemenkes dan IDAI telah melakukan penesuluran lebih jauh. Dari hasil penelusuran tidak ada bukti kaitan dengan covid dan vaksin. Karena gangguan gagal ginjal ini menyerang anak di bawah 5 tahun yang belum dapat vaksin," ujarnya.
dr. Syahril juga menyebutkan hingga kini masih terus dilakukan pemeriksaan laboratorium dan penyebab pasti gagal ginjal akut pada anak, meski begitu upaya penelusuran kasus gagal ginjal akut terus dilakukan Kemenkes dengan menggandeng para ahli epidemiologi, Badan POM, IDAI, dan Puslabfor. Penyelidikan epidemologi dilakukan dengan melakukan pengawasan dan pemeriksaan untuk mengetahui infeksi-infeksi yang menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak. Pemeriksaan mencakup swab tenggorokan, swab anus, pemeriksaan darah dan kemungkinan intoksifikasi.
''Saat ini Kemenkes bersama tim tengah melakukan penyelidikan epidemologi kepada masyarakat, tim akan menanyakan berbagai jenis obat-obatan yang dikonsumsi maupun penyakit yang pernah di derita 10 hari sebelum masuk RS/sakit. Harapannya hasilnya bisa segera kami dapatkan sebagai informasi untuk penanganan selanjutnya,'' ujar dr. Syahril.
dr. Syahril juga menyebutkan telah meminta fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap merebaknya gagal ginjal pada anak dengan aktif melaporkan setiap kasus yang mengarah pada gagal ginjal akut pada anak.
Lebih lanjut, sebagai bentuk kewaspadaan dini, Kemenkes meminta masyarakat terutama orang tua yang memiliki anak usia 0-18 tahun untuk aktif melakukan pemantauan umum dan gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut seperti penurunan volume urine yang dikeluarkan, demam selama 14 hari, gejala ISPA, dan gejala infeksi saluran cerna.
"Gagal ginjal akut pada anak ini memiliki gejala yang khas yakni penurunan volume urin secara tiba-tiba. Bila anak mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,'' imbau dr. Syahril.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deretan Calon Pemimpin Iran Pasca Wafatnya Khamenei
- Iran Tunjuk Pemimpin Sementara Seusai Gugurnya Ali Khamenei
- Profil Ali Khamenei: Dari Ulama Muda hingga Pemimpin Tertinggi Iran
- Ayatollah Khamenei Dikabarkan Meninggal dalam Serangan AS-Israel
- Perang AS-Israel vs Iran, 58 Ribu Jemaah Umrah RI Masih di Arab Saudi
Advertisement
Cegah Balap Liar, Puluhan Remaja Nongkrong di JJJLS Dibubarkan Polisi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Angin Kencang, Rumah Lansia di Paliyan Gunungkidul Rata dengan Tanah
- Timnas Futsal Putri Indonesia Gagal ke Final AFF Seusai Kalah 2-3
- Trump Umumkan Operasi Militer AS di Iran, Tegaskan Ancaman Nuklir
- Iran Tuduh AS dan Israel Langgar Piagam PBB, Siapkan Balasan
- Daftar Sayuran Beku Penurun Kolesterol Menurut Ahli Gizi
- Iran Pastikan Presiden Pezeshkian Sehat Usai Serangan AS-Israel
- Operasi Ketupat 2026, Polri Usung Tagline Mudik Aman
Advertisement
Advertisement








