Advertisement
Suhu Indonesia pada 2023 Lebih Hangat, Gelombang Panas Mengancam?
Seorang sukarelawan, untuk pekerjaan pemulihan, menyeka keringatnya saat istirahat karena gelombang panas di daerah yang terkena banjir di Kurashiki, Prefektur Okayama, Jepang, (14/7/2018). - REUTERS/Issei Kato
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Suhu pada tahun 2023 diprediksi lebih hangat dibanding rata-ratanya. Meski demikian, kemungkinan terjadinya fenomena gelombang panas (heatwave) di wilayah Indonesia sangat kecil.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dodo Gunawan saat Pandangan Iklim 2023 (Climate Outlook 2023), Selasa (18/10/2022).
Advertisement
Ia menyampaikan kemungkinan terjadinya fenomena gelombang panas (heatwave) di wilayah Indonesia sangat kecil karena wilayah Indonesia dikelilingi oleh lautan yang lebih luas dari luas daratan dan memiliki kelembaban udara tinggi. "Kelembapan udara yang tinggi ini dapat berperan sebagai "radiator" atau pendingin, sehingga sangat sulit terjadi heatwave di wilayah kepulauan Indonesia," kata dia dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (19/10/2022).
Baca juga: Pemalsuan Data Pribadi Diancam 6 Tahun Penjara
Gelombang panas merupakan fenomena aliran udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut, dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih. Fenomena ini terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah, akibat adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas.
Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut, Dodo Gunawan, juga mengingatkan untuk mewaspadai munculnya berbagai penyakit selama musim penghujan. Mengingat, banyaknya genangan air, perubahan suhu lingkungan yang drastis dapat memicu dan membuat daya tahan tubuh seseorang lebih rentan terserang berbagai penyakit, seperti influenza, demam berdarah, diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga leptospirosis akibat banjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
- Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran di Tengah Aksi Protes
- Trump Diduga Siapkan Rencana Invasi ke Greenland, Denmark Geram
Advertisement
DLH Gunungkidul Anggarkan Rp160 Juta untuk Pakan Monyet
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Salmon dan Ayam, Pilihan Protein Sehat untuk Jantung dan Otot
- LBSO PWA DIY Raih Juara Umum FESIBA 2025 dan Perkuat Dakwah Kultural
- Surplus Beras Kulonprogo 2025, Produksi Padi Tembus 60.895 Ton
- Marc Marquez Waspadai Kebangkitan Rival di MotoGP 2026
- Produksi Ikan Sleman 2025 Tembus 55.650 Ton
- Kia EV2 Resmi Dirilis, SUV Listrik Kecil dengan Teknologi Canggih
- Persiku Kudus Hancurkan Persipal Palu 4-1: Igor Henrique Hattrick
Advertisement
Advertisement




